— FC Barcelona menaruh perhatian serius pada tim cadangannya, Barça Atlètic. Klub tidak ingin tim yang kini dilatih oleh Juliano Belletti itu kembali menghabiskan musim di kasta keempat sepak bola Spanyol, Segunda RFEF. Promosi dianggap sebagai prioritas utama untuk mengurangi kesenjangan dengan tim elite.

Selain alasan teknis dan peningkatan kualitas kompetisi, promosi juga membawa keuntungan praktis. Salah satunya adalah menghindari lapangan berkualitas buruk yang berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain muda. Klub pun bergerak aktif dalam bursa transfer dengan merekrut talenta-talenta muda.

Namun, keterlibatan tidak hanya datang dari sisi manajemen dan transfer pemain. Pelatih tim utama, Hansi Flick, juga menunjukkan perannya dalam mendukung upaya promosi Barça Atlètic. Tujuannya adalah memastikan pemain muda yang masuk dalam dinamika tim utama tetap bisa berkontribusi untuk tim cadangan.

Sistem Baru Dukung Keterlibatan Pemain

Dalam beberapa pekan terakhir, sebuah sistem baru telah diterapkan. Sistem ini memungkinkan pemain akademi yang tergabung dalam tim utama untuk juga memperkuat tim cadangan. Hal ini bertujuan meminimalkan situasi di mana seorang pemain duduk di bangku cadangan tanpa menit bermain di tim utama, namun kemudian tidak bisa memperkuat tim B pada hari pertandingan yang sama.

Salah satu contoh nyata adalah keputusan tidak memasukkan pemain Barça Atlètic ke dalam skuad untuk pertandingan melawan Elche baru-baru ini, kecuali Diego Kochen. Ini merupakan upaya untuk mengurangi frekuensi kejadian serupa di masa mendatang, meskipun tidak selalu bisa dihindari karena jadwal pertandingan.

Kunci dari keberhasilan sistem ini adalah hubungan positif antara Hansi Flick dan Juliano Belletti. Keduanya menjalin komunikasi yang intens dan memiliki pemahaman yang kuat mengenai kebutuhan tim.

Contoh Nyata Keterlibatan Pemain

Hansi Flick memiliki otonomi penuh dalam memutuskan pemain tim cadangan mana yang akan dipanggil ke tim utama. Namun, kini situasi Barça Atlètic dan urgensi promosi menjadi pertimbangan yang lebih besar dalam pengambilan keputusannya.

Toni Fernandez menjadi salah satu contoh. Pemain ini dipanggil Flick untuk 12 pertandingan pertama musim ini, namun baru mendapatkan menit bermain di laga terakhir melawan Girona. Akibatnya, Toni harus absen dalam lima pertandingan tim cadangan. Kini, ia telah bermain dalam delapan pertandingan beruntun untuk tim Belletti.

Dalam putaran pertandingan terakhir, Flick kembali memanggil Toni untuk skuad melawan Real Oviedo. Meski tidak dimainkan, sehari kemudian ia memperkuat Barça Atlètic dalam laga tandang melawan CE Poblense. Hal ini menunjukkan adanya solusi agar para pemain akademi yang masuk tim utama tetap bisa membantu tim cadangan.

Hal serupa terjadi pada Jofre Torrents. Bek kiri muda ini secara bertahap meningkatkan menit bermainnya bersama Barça Atlètic, sembari terus masuk dalam skuad tim utama. Tommy Marques juga mengalami hal serupa. Setelah sempat nyaris menghilang dari pertandingan tim cadangan saat pertama kali dipanggil tim utama, ia kembali aktif bermain untuk Barça Atlètic dalam beberapa pekan terakhir.

Tommy bahkan menjadi starter melawan UE Andratx dan Poblense, meskipun ia kembali dipanggil Flick untuk pertandingan melawan Real Oviedo, Slavia Prague, dan FC Copenhagen. Ini membuktikan bahwa solusi telah ditemukan agar para pemain akademi yang menjadi bagian dari dinamika tim utama dapat turut serta membantu tim cadangan dalam mengejar target promosi.