— Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui bahwa timnya menunjukkan performa yang lambat dan tidak sesuai standar kebiasaan pada babak pertama pertandingan melawan Mallorca, Sabtu (8/2/2026). Namun, ia berhasil memotivasi para pemainnya di ruang ganti untuk bangkit di babak kedua, yang berujung pada kemenangan 3-0.

Flick menyoroti tren yang terus berulang di mana Barcelona seringkali memulai pertandingan dengan tempo lambat sebelum akhirnya menemukan ritme permainan mereka di paruh kedua. “Hari ini mirip. Saya tidak senang dengan babak pertama, dan sejujurnya, saya pikir kami tidak bermain sesuai standar kami atau ritme operan kami yang biasa,” ujar Flick seusai pertandingan, dilansir dari Barca Universal.

Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi hasil akhir yang diraih timnya. “Tapi hei, ini hari yang baik karena kami mencetak tiga gol dan meraih tiga poin,” tambahnya.

Intervensi Ruang Ganti

Menyadari performa yang kurang memuaskan di babak pertama, Flick mengambil langkah tegas saat jeda pertandingan. Alih-alih memberikan instruksi langsung, ia justru melemparkan pertanyaan kepada para pemainnya sendiri mengenai kepuasan mereka terhadap penampilan di paruh pertama. “Saya bertanya kepada mereka apakah mereka puas dengan babak pertama, dan mereka menjawab tidak. Begitulah adanya,” ungkap Flick.

Pertanyaan tersebut memicu refleksi para pemain dan mendorong mereka untuk segera melakukan perbaikan. “Kemudian, kami membuktikannya. Kami membicarakan hal-hal yang perlu kami tingkatkan. Posisi, kualitas operan. Kami tidak bermain seperti Barca di babak pertama. Lalu, kami menjadi diri kami sendiri,” jelas pelatih asal Jerman tersebut.

Performa Babak Kedua yang Dominan

Hasil dari intervensi di ruang ganti terlihat jelas pada babak kedua. Barcelona tampil jauh lebih bertenaga dan efektif dalam menyerang. Gol-gol dari Lamine Yamal, Robert Lewandowski, dan Marc Bernal memastikan kemenangan telak 3-0 untuk Barcelona.

Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga, menjauhkan mereka dari kejaran Real Madrid.

Flick sendiri mengakui bahwa peningkatan performa di babak kedua menunjukkan jati diri tim yang sesungguhnya. Ia menekankan pentingnya bermain sesuai dengan standar klub dan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih, meskipun kemenangan itu penting.

“Kami tidak bermain seperti Barca di babak pertama. Lalu, kami menjadi diri kami sendiri,” tegasnya, menggarisbawahi transformasi tim setelah jeda.

Sorotan pada Penampilan Individu

Selain performa tim secara keseluruhan, Flick juga memberikan apresiasi khusus kepada Marc Bernal yang mencetak gol pertamanya di Camp Nou. Gol tersebut dianggap sebagai dorongan moral yang signifikan bagi gelandang muda itu, yang sempat berjuang dengan cedera.

“Anda bisa melihatnya di bangku cadangan. Semua orang berdiri dan merayakannya. Itu adalah momen yang luar biasa baginya, mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Flick.

Debut Tommy Marques di tim senior juga menjadi sorotan, yang mana Flick memuji kepercayaan diri dan kemampuannya mengolah bola.

Meskipun meraih kemenangan meyakinkan, Flick tetap mengingatkan timnya untuk tidak mengulangi kebiasaan lamban di awal pertandingan. Ia menegaskan bahwa pertandingan melawan tim kuat seperti Atlético Madrid di masa depan tidak boleh lagi menampilkan performa babak pertama seperti yang terjadi melawan Mallorca.

Komitmen untuk terus berkembang dan menjaga intensitas permainan menjadi kunci bagi Barcelona untuk mempertahankan momentum positif mereka di sisa musim ini.