— Pertandingan ketat tersaji di Emirates Stadium saat Arsenal menjamu Everton. Sempat dibuat frustrasi oleh rapatnya pertahanan tim tamu sepanjang waktu normal, The Gunners akhirnya sukses memecah kebuntuan di menit-menit kritis dan menutup laga dengan kemenangan 2-0.

Kemenangan ini menjadi bukti kejeniusan pelatih dalam meracik strategi dan memaksimalkan kedalaman skuad, di mana seluruh gol dan assist justru lahir dari para pemain pengganti!

Babak Pertama yang Alot dan Petaka Cedera

Jalannya babak pertama berlangsung sangat alot. Meski menguasai jalannya pertandingan, Arsenal kesulitan menembus pertahanan solid Everton.

Alih-alih mencetak gol, tuan rumah justru harus kehilangan bek andalan mereka, Jurrien Timber, yang terpaksa ditarik keluar akibat cedera pada menit ke-38. Posisinya kemudian digantikan oleh Cristhian Mosquera. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Strategi Super Sub Berbuah Manis di Penghujung Laga

Memasuki babak kedua, Arsenal terus menekan namun gol yang dinanti tak kunjung tiba. Sadar timnya butuh penyegaran, rotasi besar-besaran dilakukan pada menit ke-61 dengan memasukkan Viktor Gyökeres menggantikan Kai Havertz, dan Gabriel Martinelli menarik keluar Noni Madueke. Menyusul di menit ke-74, Piero Hincapie masuk menggantikan Riccardo Calafiori, dan Max Dowman menggantikan Martin Zubimendi.

Kesabaran tuan rumah akhirnya terbayar lunas di menit ke-89. Viktor Gyökeres sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan umpan (assist) matang dari sesama pemain pengganti, Piero Hincapie.

Tak berhenti di situ, Arsenal kembali menggandakan keunggulan di masa injury time (90+7′). Kali ini giliran pemain muda Max Dowman yang sukses mengoyak jala gawang Everton berkat assist brilian dari Gabriel Martinelli.

Di kubu Everton, rotasi yang dilakukan dengan memasukkan Tyler Barry menggantikan Beto (69′), serta masuknya Rohl, Harrison Armstrong, dan George di penghujung laga untuk menggantikan Tim Iroegbunam, Dwight McNeil, dan Idrissa Gueye tak mampu menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Dominasi Mutlak Statistik Arsenal

Kemenangan 2-0 ini sangat sejalan dengan dominasi mutlak Arsenal di atas lapangan. Berdasarkan statistik akhir, The Gunners menguasai penguasaan bola (ball possession) hingga 65 persen, membiarkan Everton hanya memegang 35 persen bola.

Agresivitas serangan Arsenal sangat luar biasa dengan total 25 tembakan dan angka harapan gol (Expected Goals atau xG) mencapai 2.70. Sementara itu, Everton hanya sanggup melepaskan 9 tembakan dengan perolehan xG 1.05.