— Pertandingan pekan ke-25 kompetisi Super League yang mempertemukan FC Bhayangkara melawan Arema FC berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan dramatis tim tuan rumah. Laga yang diwarnai tensi tinggi dan hujan kartu ini sukses menyajikan tontonan menegangkan hingga peluit panjang dibunyikan.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti bagaimana disiplin pemain sangat menentukan hasil akhir. Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan dengan maksimal oleh FC Bhayangkara untuk membalikkan keadaan di menit-menit akhir pertandingan.

Arema Membuka Keunggulan dan Petaka Kartu Merah Pertama

Tim tamu Arema FC sejatinya mengawali laga dengan sangat baik dan mampu memecah kebuntuan di penghujung babak pertama. Pada masa injury time (45+1′), penyerang andalan mereka, Joel Vinicius, sukses mencetak gol keunggulan setelah memaksimalkan umpan atau assist matang dari Dalberto.

Namun, kegembiraan skuad Singo Edan tidak bertahan lama. Tepat beberapa saat sebelum turun minum (45+8′), petaka menghampiri mereka ketika Pablo Oliveira harus diusir keluar lapangan usai diganjar kartu merah oleh wasit, memaksa Arema mengawali babak kedua dengan 10 orang.

Kartu Merah Kedua dan Comeback Sempurna Tuan Rumah

Memasuki babak kedua, Arema FC yang kalah jumlah pemain berusaha tampil bertahan. Sayangnya, situasi menjadi semakin tidak terkendali saat sang pencetak assist, Dalberto, juga harus menerima hukuman kartu merah pada menit ke-71. Bermain hanya dengan 9 orang membuat lini pertahanan Arema menjadi bulan-bulanan tim tuan rumah.

FC Bhayangkara tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Skuad The Guardian sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-76 lewat gol P. Mbaga yang memanfaatkan assist dari M. Sidibe. Tekanan terus-menerus yang dilancarkan FC Bhayangkara akhirnya berbuah penalti di menit-menit akhir laga. Pada menit ke-88, M. Sidibe yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Dominasi Statistik FC Bhayangkara

Kemenangan comeback ini sangat sepadan dengan dominasi permainan yang ditunjukkan tuan rumah, terutama di paruh kedua. Berdasarkan catatan statistik akhir, FC Bhayangkara memegang penguasaan bola hingga 60 persen, berbanding 40 persen milik Arema FC.

Agresivitas serangan FC Bhayangkara juga terlihat jelas dari total 13 tembakan yang mereka lepaskan, di mana 8 di antaranya mengarah tepat ke gawang (shots on target). Sementara itu, Arema FC hanya mampu mencatatkan 10 percobaan tembakan dengan 4 tembakan akurat sepanjang pertandingan.