Malut United gagal meraih poin penuh setelah ditundukkan Dewa United dengan skor 1-2 dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (12/4/2026). Kekalahan ini memicu kekecewaan mendalam bagi pelatih Hendri Susilo yang menilai anak asuhnya tidak menjalankan instruksi taktik yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Tim tamu sukses mencetak gol melalui aksi Alex Martins pada menit ke-22 dan menit ke-90, sementara Malut United hanya mampu membalas lewat penalti David Da Silva di akhir babak pertama. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Kie Raha tidak mampu mempertahankan kedudukan hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit.

Kekalahan ini membuat posisi Malut United di papan atas klasemen mulai terancam meski saat ini masih menduduki peringkat keempat. Ketidakmampuan barisan pertahanan dalam mengantisipasi serangan balik cepat lawan menjadi sorotan utama dalam pertandingan yang berlangsung di Maluku Utara tersebut.

Dominasi Alex Martins dan Kelengahan Lini Belakang Malut United

Pertandingan dimulai dengan intensitas yang cukup tinggi di mana kedua tim berbagi penguasaan bola masing-masing sebesar 50 persen. Dewa United yang dijuluki Banten Warriors berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-22 lewat Alex Martins, sebelum akhirnya disamakan oleh David Da Silva melalui titik putih pada masa injury time babak pertama (45’+2).

Secara statistik, Malut United sebenarnya tampil lebih agresif dengan mencatatkan total 14 tembakan ke gawang, unggul dua angka dari 12 tembakan yang dilepaskan Dewa United. Namun, kurangnya efektivitas dalam penyelesaian akhir membuat banyak peluang terbuang percuma tanpa menghasilkan gol tambahan bagi tuan rumah.

Petaka bagi tuan rumah datang tepat pada menit ke-90 ketika Alex Martins kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan tim tamu. Gol tersebut lahir dari skema serangan yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Malut United yang mulai kehilangan fokus menjelang akhir pertandingan.

Kekecewaan Hendri Susilo dan Evaluasi Disiplin Pemain

Pelatih Malut United, Hendri Susilo, tidak dapat menyembunyikan rasa kesalnya terhadap performa para pemain yang dianggap mengabaikan rencana permainan (game plan). Juru taktik berusia 60 tahun tersebut menyatakan bahwa hasil ini sangat mengecewakan mengingat persiapan yang telah dilakukan sebelum laga.

“Lagi-lagi kami gagal menang. Tentu hasil ini sangat mengecewakan, karena para pemain tidak patuh dengan game plan yang telah disiapkan pelatih,” ungkap Hendri Susilo sebagaimana dikutip dari Bola.com.

Hendri juga menyoroti perbedaan efisiensi antara kedua tim, di mana lawan mampu memaksimalkan peluang minim menjadi gol berkat kedisiplinan yang rendah di lini belakang pasukannya. Ia menegaskan akan mengambil langkah berani untuk melakukan perubahan komposisi pemain demi menjaga performa tim di sisa kompetisi.

“Sebenarnya banyak peluang yang kami miliki. Namun, kami gagal memaksimalkan menjadi gol. Sementara tim lawan hanya memiliki sedikit peluang yang bisa langsung berbuah gol. Karena lini pertahanan kami kurang disiplin,” jelas Hendri Susilo.

Bek senior Malut United, Abduh Lestaluhu, sependapat dengan pelatihnya mengenai kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang serta kesalahan fatal di area pertahanan. Meski kalah, Malut United saat ini masih bertahan di peringkat keempat dengan 46 poin, unggul dua angka dari Bhayangkara FC di posisi kelima.

“Kami banyak menciptakan peluang, tetapi gagal membuat gol. Sementara Dewa United, dapat memanfaatkan kesalahan kami dengan baik,” ujar Abduh Lestaluhu.

“Kami tidak akan menyerah dan tetap berjuang hingga akhir kompetisi. Ke depan, mungkin ada sejumlah perubahan. Tentu, kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara dan Maluku,” pungkas Hendri Susilo terkait langkah tim ke depan.