Hugo Broos, pelatih tim nasional Afrika Selatan, menjadi sorotan dalam gelaran Piala Dunia tahun ini berkat sikapnya yang tegas dan langsung. Di usianya 74 tahun, pelatih asal Belgia itu tidak hanya dipuji karena membawa Afrika Selatan kembali ke panggung dunia, tetapi juga kerap menolak menjawab pertanyaan yang dianggap mengganggu fokus tim.
Sejak turnamen dimulai, Broos menunjukkan gaya kepemimpinan yang tegas dan tanpa kompromi. Ia menolak mempertahankan pembicaraan bermuatan politik saat ditanya soal klaim Donald Trump tentang situasi di Afrika Selatan, dengan pernyataan yang lugas.
Penolakan Terhadap Pertanyaan Politikus
“Saya akan menjawab pertanyaan itu: Kami tidak akan menjawab pertanyaan itu,” tegas Broos saat konferensi pers, menandai batasan yang ia tetapkan antara urusan olahraga dan politik.
Ketegasannya juga terlihat saat merespons kritik dari dalam negeri usai kekalahan 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka. Ia menyindir mantan pemain yang melontarkan kritik terhadap timnya.
“Bagi mereka yang masih belum tahu, saya bekerja dengan cara saya. Saya tidak pernah mendengarkan orang yang merasa dirinya cukup penting untuk mengkritik tim, padahal jika melihat rekam jejak mereka sebelumnya, sebaiknya mereka diam,”
Keberatan Soal Keputusan Wasit dan VAR
Broos turut vokal soal standar kepemimpinan pertandingan, terutama terkait penggunaan VAR dan keputusan wasit. Ia menyinggung ketidakkonsistenan dalam penegakan aturan, membandingkan insiden yang melibatkan Lionel Messi dengan kartu merah yang diterima pemainnya, Themba Zwane.
Respek Meski Tegas
Meski dikenal keras, Broos dihormati atas keberhasilannya membawa Afrika Selatan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak 2010. Ia menunjukkan sisi lebih ringan ketika ditanya soal wacana pembuatan patung untuknya, dan menjawab dengan candaan.
“Seseorang pernah mengatakan bahwa mereka harus membuat patung untuk saya di Afrika Selatan. Saya katakan, buatlah dari kayu agar mudah terbakar saat saya kalah,”
Fokus Pada Turnamen dan Rencana Pensiun
Timnas Afrika Selatan saat ini masih mempertahankan peluang lolos dari fase grup setelah menahan imbang Republik Ceko 1-1. Broos menyatakan akan pensiun usai turnamen dan kini fokus membawa tim meraih kemenangan penting melawan Korea Selatan pada Rabu mendatang.
Langkah Strategis Federasi
Penunjukan Broos pada 2021 dianggap langkah untuk membangun kembali disiplin dan taktik tim. Dengan pengalaman sekitar 40 tahun di dunia kepelatihan, ia mengusung pendekatan pragmatis yang membantu Afrika Selatan kembali menembus panggung internasional.
Ikuti Ihram.co.id
