Ihram.co.id — Pelatih baru Semen Padang, Imran Nahumarury, memberikan penekanan tegas kepada para pemainnya bahwa sepuluh pertandingan sisa di BRI Super League 2025/2026 harus dianggap sebagai partai final. Pernyataan ini disampaikan menyusul kemenangan debutnya bersama tim berjuluk Kabau Sirah saat mengalahkan PSBS Biak dengan skor 2-0 pada pekan ke-25, Senin (9/3/2026) malam WIB, di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kemenangan ini krusial bagi Semen Padang dalam upaya mereka menjauh dari zona degradasi.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Imran Nahumarury mengungkapkan strateginya untuk membakar semangat juang tim. “Saya bilang di meeting, ’10 pertandingan itu saya anggap final.’ Saya anggap itu final. Alhamdulillah step by step bisa mendapatkan poin,” ujar Imran Nahumarury.
Ia menambahkan, “Sekali lagi, terima kasih buat para pemain yang tampil luar biasa, penonton dan masyarakat juga. Ini bisa menjadi modal bagi kita untuk hasil positif di depan.” Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya setiap sisa pertandingan bagi kelangsungan Semen Padang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Debut Manis dan Perubahan Taktik
Kemenangan 2-0 atas PSBS Biak menjadi debut yang manis bagi Imran Nahumarury, yang baru diperkenalkan sebagai pelatih anyar Semen Padang pada Kamis (5/3/2026), menggantikan Dejan Antonic.
Pertandingan melawan PSBS Biak tidak berjalan mudah. Imran mengakui bahwa tim lawan tampil solid, namun ia berhasil melakukan perubahan taktik pada babak kedua yang terbukti membuahkan hasil. “Ketika di babak kedua saya melakukan perubahan taktikal dan itu berhasil. Untungnya para pemain yang main pun bisa menjalankan taktikal,” jelasnya.
Dua gol kemenangan Semen Padang dicetak oleh Guillermo Fernandez pada menit ke-70 dan pada masa *injury time* babak kedua (90+4′). Kemenangan ini memutus tren negatif tim yang sebelumnya belum pernah meraih poin dalam empat pertandingan terakhir.
Hasil ini juga membuat Semen Padang naik dua peringkat dari posisi ke-18 ke posisi ke-16 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan mengoleksi 20 poin dari 25 pertandingan. Raihan poin tersebut menyamai Persijap Jepara dan Madura United FC yang berada di atas mereka.
Perjuangan Keluar dari Zona Degradasi
Meskipun berhasil meraih kemenangan penting, Semen Padang belum sepenuhnya keluar dari zona degradasi. Saat ini, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut menduduki peringkat ke-16 klasemen. Persaingan di papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026 memang sangat ketat.
PSBS Biak berada di peringkat ke-17 dengan 18 poin, sementara Persis Solo menjadi juru kunci dengan 17 poin. Bahkan PSM Makassar yang berada di posisi ke-13 dengan 24 poin pun belum sepenuhnya aman.
Dengan menyisakan sepuluh pertandingan lagi hingga akhir musim, setiap poin menjadi sangat krusial bagi tim-tim yang berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi. Dinamika klasemen di zona degradasi diprediksi akan terus berubah setiap pekannya mengingat selisih poin yang sangat tipis antar tim.
Modal Penting Jelang Jeda Kompetisi
Kemenangan atas PSBS Biak ini merupakan laga terakhir Semen Padang sebelum kompetisi BRI Super League memasuki masa jeda. Liga akan diliburkan sementara untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan dijadwalkan kembali bergulir pada 3 April 2026. \
Imran Nahumarury berharap hasil positif ini dapat menjadi momentum bagi timnya untuk bangkit dan meraih hasil yang lebih baik di sisa musim. “Tapi kami sadar ini perjalanan masih jauh. Namun kemenangan ini tentu harapannya jadi modal bagi kami untuk laga-laga selanjutnya,” ungkapnya.
Imran Nahumarury, yang sebelumnya pernah melatih Malut United, menilai bahwa skuad Semen Padang memiliki kualitas yang baik dan hanya membutuhkan sedikit polesan untuk mengeluarkan potensi maksimal mereka.
“Jadi ibaratnya tim ini bahan yang sudah ada. Saya cuma datang, sedikit kita poles begini, dan mereka bisa,” ujarnya. Pendekatan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi Semen Padang dalam upaya mereka bertahan di BRI Super League musim ini.
Jadwal Padat Pasca Jeda Idul Fitri
Setelah jeda kompetisi karena libur Idul Fitri dan jeda pertandingan internasional, Semen Padang dijadwalkan akan kembali berlaga pada 5 April 2026. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berat bagi Kabau Sirah karena akan menjamu pemuncak klasemen, Persib Bandung. Jadwal ini menjadi bagian dari padatnya sisa kompetisi yang harus dihadapi Semen Padang dalam misi mereka bertahan di liga.
BRI Super League sendiri telah melakukan penyesuaian jadwal selama bulan Ramadan, dengan mayoritas pertandingan digelar pada malam hari, dimulai pukul 20.30 WIB. Namun, setelah masa libur Idul Fitri berakhir pada Maret 2026, jadwal pertandingan akan kembali ke pola normal, yakni pada sore dan malam hari. Tekanan dan tuntutan untuk meraih poin akan semakin meningkat bagi Semen Padang di sepuluh laga pamungkas mereka.
Ikuti Ihram.co.id
