Ihram.co.id — Inter Milan semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen Serie A setelah meraih kemenangan krusial 2-0 atas Lecce dalam pertandingan yang digelar pada Sabtu (22/02/2026).
Kemenangan ketujuh berturut-turut di liga ini tidak hanya memperlebar jarak dengan para pesaing, tetapi juga menuai pujian dari berbagai media Italia yang secara khusus menyoroti kejeniusan taktik pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. Keputusan Chivu dalam melakukan pergantian pemain di babak kedua terbukti menjadi kunci pemecah kebuntuan timnya.
Pertandingan di Stadio Via del Mare tersebut sempat berjalan alot bagi Inter Milan. Tim asuhan Chivu mengalami kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat Lecce di paruh pertama. Namun, kesabaran dan strategi yang diterapkan oleh manajemen teknis akhirnya membuahkan hasil manis di menit-menit akhir pertandingan.
Keputusan Chivu untuk memasukkan Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji dari bangku cadangan terbukti sangat efektif. Mkhitaryan berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-75, memanfaatkan umpan sepak pojok Federico Dimarco, yang kemudian disusul oleh gol Akanji di menit ke-82 dari skema serupa. Gol-gol krusial ini memastikan kemenangan Inter Milan dan memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Serie A menjadi 14 pertandingan.
Kejeniusan Taktis Chivu Disorot Media Italia
Media-media Italia secara luas mengapresiasi peran Cristian Chivu dalam kemenangan ini. Sebagian besar outlet berita memberikan penilaian tinggi terhadap performa Chivu sebagai pelatih. TuttoMercatoWeb bahkan memberikan nilai 7.5, sementara Tuttosport, Gazzetta dello Sport, dan Corriere dello Sport memberikan nilai 7.
Kemenangan ini dianggap sebagai bukti kejelian Chivu dalam mengelola kedalaman skuat yang dimiliki Inter. Rotasi pemain yang dilakukan dinilai berjalan sangat efektif tanpa mengurangi kekuatan utama tim.
Tuttosport secara khusus menyoroti bahwa ini adalah “kemenangan lain berkat substitusi yang tepat sasaran, sulit untuk mengkritiknya”. Gazzetta dello Sport menekankan pentingnya meraih tiga poin krusial untuk bangkit dari kekalahan di kompetisi Eropa.
Keputusan taktis Chivu dalam melakukan pergantian pemain di babak kedua, yang sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan musim ini, kembali terbukti jitu. Keberhasilan Chivu dalam mengelola timnya dari pinggir lapangan dinilai sebagai sebuah “masterclass” dalam manajemen pertandingan.
Posisi Kokoh di Puncak Klasemen
Kemenangan atas Lecce ini semakin mengukuhkan posisi Inter Milan di puncak klasemen Serie A. Dengan tambahan tiga poin, Nerazzurri kini mengoleksi 64 poin dan memimpin 10 poin atas rival terdekat mereka, AC Milan, yang berada di posisi kedua.
Jarak 10 poin ini memberikan ketenangan bagi seluruh elemen klub menjelang menghadapi tantangan berat di kompetisi Eropa, termasuk leg kedua playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
Inter Milan sendiri sedang dalam performa impresif di liga domestik, meraih tujuh kemenangan beruntun. Meskipun baru saja mengalami kekalahan mengejutkan 3-1 dari Bodo/Glimt di leg pertama playoff Liga Champions, tim asuhan Chivu mampu bangkit dan menunjukkan konsistensi di Serie A. Hal ini menunjukkan ketahanan mental dan kemampuan tim untuk fokus pada target domestik meskipun ada tantangan di kancah Eropa.
Peran Krusial Pemain Pengganti
Gol kemenangan Inter Milan atas Lecce tidak lepas dari kontribusi pemain pengganti. Henrikh Mkhitaryan, yang masuk di babak kedua, berhasil mengakhiri paceklik gol tandangnya di Serie A yang telah berlangsung sejak Oktober 2022.
Gol Mkhitaryan menjadi gol keduanya di musim ini, sebuah momen penting yang memecah kebuntuan tim. Tak lama berselang, Manuel Akanji, yang juga masuk sebagai pemain pengganti, menggandakan keunggulan Inter melalui sundulan akurat.
Federico Dimarco, yang memberikan assist untuk kedua gol tersebut, juga mendapat pujian atas kontribusinya. Mkhitaryan sendiri mengungkapkan kebahagiaannya atas gol tersebut dan kemenangan tim.
“Saya benar-benar senang, untuk diri saya sendiri dan untuk tim. Itu adalah kemenangan yang sangat penting. Tidak mudah melawan Lecce; mereka adalah tim yang terorganisir dengan baik yang menyisakan sangat sedikit ruang. Kami tahu mereka akan menurun secara fisik di babak kedua, dan kami berhasil terus mendorong,” ujar Mkhitaryan.
Ia menambahkan bahwa ia memutuskan pada detik terakhir untuk menyerang kotak penalti dan berhasil mencetak gol, meskipun sebenarnya Alessandro Bastoni yang seharusnya masuk.
Manuel Akanji juga menyoroti pentingnya kesiapan pemain pengganti. “Anda selalu harus siap,” katanya, merefleksikan kemenangan yang sangat bergantung pada dampak pemain pengganti Inter.
Ia juga memuji kualitas umpan kaki kiri Federico Dimarco, menyebutnya sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia mainkan. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inter Milan sebelum mereka bersiap untuk leg kedua playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt di kandang sendiri.
Ikuti Ihram.co.id
