Ihram.co.id — Inter Milan kembali menunjukkan masalah kebuntuan dalam mencetak gol dalam dua pertandingan terakhirnya. Setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Como, tim asuhan Cristian Chivu ini kembali gagal menemukan jala gawang saat takluk 0-1 dari rival sekota, AC Milan. Kebuntuan ini semakin terasa mengingat Inter Milan bermain tanpa dua penyerang andalannya, Lautaro Martinez yang cedera dan Marcus Thuram yang dikabarkan sakit.
Dalam pertandingan melawan AC Milan di Stadion San Siro, Inter Milan tercatat mendominasi penguasaan bola hingga 62 persen. Namun, dari total 11 tembakan yang dilepaskan, hanya satu yang berhasil mengarah tepat sasaran. Gol tunggal kemenangan AC Milan dicetak oleh Pervis Estupinan pada menit ke-35. Situasi ini membuat pelatih Cristian Chivu angkat bicara mengenai kendala yang dihadapi timnya.
Chivu Soroti Performa Babak Pertama dan Absennya Pilar
Cristian Chivu mengakui bahwa timnya bermain di bawah standar pada babak pertama melawan AC Milan. “Babak pertama kami di bawah standar dengan tempo yang lambat, lalu kami kebobolan gol mereka dan itu juga menjadi pukulan,” kata Chivu dilansir dari DAZN Italia.
Chivu menambahkan bahwa timnya mencoba meningkatkan tempo setelah jeda dan menunjukkan perbaikan bertahap, bahkan menciptakan peluang bagus melalui Dimarco, namun tetap tidak mampu membongkar pertahanan rapat AC Milan.
Absennya Lautaro Martinez yang mengalami cedera dan Marcus Thuram yang terjangkit flu menjadi faktor krusial yang disorot Chivu. Tanpa kedua bomber utamanya, Chivu terpaksa mengandalkan duet penyerang muda, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny.
“Kami kurang dinamis, sementara Milan duduk menunggu dan menanti kami untuk kemudian melancarkan serangan balik. Kami perlu memperbaiki diri dan meningkatkan tempo permainan,” ujar Chivu. Meskipun demikian, Chivu enggan menyalahkan duet penyerang mudanya tersebut. Ia melihat pengalaman ini sebagai pelajaran berharga bagi mereka.
Dua Laga Tanpa Gol, Momentum Inter Terganggu
Sebelum menghadapi AC Milan, Inter Milan juga mengalami kebuntuan saat bertandang ke markas Como dalam leg pertama semifinal Coppa Italia, yang berakhir dengan skor kacamata 0-0. Pertandingan tersebut juga diwarnai dengan rotasi skuat oleh Chivu, mengantisipasi padatnya jadwal dan krusialnya laga melawan AC Milan di liga.
Chivu mengakui bahwa perubahan taktik yang diterapkannya saat melawan Como merupakan sesuatu yang belum pernah dilakukan Inter sebelumnya, sebagai adaptasi terhadap kondisi pemain dan jadwal yang padat.
Performa Inter Milan yang mandul dalam dua laga beruntun ini menjadi perhatian serius bagi Chivu. Ia menekankan pentingnya peningkatan intensitas dan determinasi di seluruh area lapangan. “Kami semua seharusnya bermain dengan intensitas lebih tinggi dan bergerak dengan determinasi yang lebih besar di seluruh lapangan,” tegas pelatih asal Rumania tersebut.
Kondisi Pemain dan Harapan Chivu
Marcus Thuram sendiri dikabarkan mengalami demam jelang pertandingan melawan AC Milan, yang membuatnya absen dari sesi latihan terakhir. Meskipun demikian, Chivu berharap sang pemain bisa pulih tepat waktu dan tersedia untuk pertandingan. Di sisi lain, Hakan Calhanoglu dikonfirmasi telah kembali bugar dan siap diturunkan.
Absennya Lautaro Martinez, yang masih dalam pemulihan cedera otot, membuat Chivu memiliki opsi terbatas di lini depan. Ia berharap para pemain yang tersedia dapat memberikan yang terbaik dan belajar dari pengalaman ini. Chivu juga mengakui bahwa kekalahan ini bisa meninggalkan bekas pada mental tim.
“Kami perlu menghadapi frustrasi ini, karena kekalahan seperti ini bisa meninggalkan bekas,” ujarnya. Namun, ia tetap optimistis bahwa timnya dapat menemukan solusi untuk bangkit di pertandingan mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
