PT Ketrosden Triasmitra memulai pengerjaan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura sepanjang 1.128,5 kilometer. Proyek dengan nilai investasi sekitar USD 80 juta atau setara Rp 1,36 triliun ini ditargetkan tuntas dan siap beroperasi pada April 2026.
Pengerjaan penggelaran kabel laut tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bandwidth di era digital.
Dalam pelaksanaannya, Triasmitra menggunakan kapal berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari, untuk membentangkan infrastruktur di sepanjang rute Jakarta-Singapura.
Kapasitas dan Spesifikasi Teknologi
SKKL Rising 8 dirancang untuk mendukung 16 fiber pairs dengan kapasitas yang diharapkan mencapai lebih dari 25 Tbps per fiber pair. Spesifikasi tersebut memungkinkan implementasi awal 800 G per kanal, sehingga total kapasitas sistem secara keseluruhan (end-to-end) mencapai lebih dari 400 Tbps.
Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi, menyatakan bahwa infrastruktur ini memiliki kapasitas yang sangat besar untuk skala nasional.

“Di mana dengan kapasitas yang besar ini dapat kami sampaikan dan kami klaim kabel Rising 8 memiliki kapasitas terbesar yang ada di Indonesia,” ujar Titus dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/1/2026).
Sistem kabel ini menggunakan teknologi repeater aktif dan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Titus menjelaskan bahwa teknologi DWDM tersebut telah digunakan sejak 2006 tanpa catatan kegagalan, dengan perkiraan umur sistem mencapai lebih dari 25 tahun.
Asal Material dan Integrasi Infrastruktur
Infrastruktur kabel bawah laut ini menggunakan produk dari Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) asal Jerman, pabrik milik Prysmian Group.
Komponen tersebut terintegrasi dengan 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks (ASN) asal Prancis.
Triasmitra menggandeng Moratelindo dalam penggelaran SKKL Rising 8 ini. Seluruh proses pengerjaan juga dilaporkan telah memperoleh perizinan yang dipersyaratkan dari instansi pemerintah terkait, termasuk Izin Lingkungan (AMDAL).
Berdasarkan keterangan perusahaan, penggelaran kabel laut telah melalui kajian komprehensif terhadap aspek ekologi laut, keselamatan pelayaran, serta perlindungan kawasan pesisir dan biota laut. Hal ini dilakukan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.
Target Penyelesaian Proyek
Proses pengerjaan SKKL Rising 8 sudah berlangsung sejak 13 Januari 2026. Hingga saat ini, progres penggelaran kabel telah mencapai panjang 35 kilometer dari total panjang rute yang direncanakan.
Titus optimistis pengerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. “Penggelaran yang dimulai sejak 13 Januari kemarin, maka diharapkan kabel ini akan tuntas dan siap beroperasi di April 2026,” kata Titus.
Seluruh rincian mengenai pengerjaan dan spesifikasi teknis SKKL Rising 8 tersebut disampaikan secara resmi oleh jajaran direksi PT Ketrosden Triasmitra melalui konferensi pers virtual pada Rabu, 21 Januari 2026.
Ikuti Ihram.co.id
