— Pertandingan semifinal Piala Afrika 2026 akan menyajikan duel emosional antara Timnas Senegal melawan Timnas Mesir. Laga yang digelar di Grand Stade de Tanger, Maroko, pada Kamis (15/1/2026) ini menjadi panggung reuni bagi dua megabintang, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Duel Klasik Mantan Rekan Setim

Pertemuan Senegal vs Mesir kali ini bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan pertarungan harga diri dua mantan ikon Liverpool.

Sadio Mane yang kini membela Al Nassr akan memimpin skuad Senegal, sementara Mohamed Salah tetap menjadi tumpuan utama Mesir.

Foto: Imago Images/sebastian Frej Via /sfsi Via Www.imago Images.de Via Reuters.
Foto: imago images/Sebastian Frej via /SFSI via www.imago-images.de via Reuters.

Keduanya pernah membentuk kombinasi mematikan di lini serang The Reds pada periode 2016 hingga 2022.

Selama enam tahun berseragam Liverpool, Mane dan Salah sukses mempersembahkan berbagai trofi bergengsi bagi publik Anfield.

Prestasi Bersama di Liverpool
Juara Liga Inggris
Juara Liga Champions
Juara Piala FA
Juara Piala Liga Inggris

Pertandingan di Dalam Pertandingan

Mantan pemain Timnas Senegal, Ferdinand Kouli, menyebut laga ini sebagai “pertandingan di dalam pertandingan”. Menurutnya, Mane telah mempersiapkan mental secara khusus untuk menghadapi sahabat sekaligus rivalnya tersebut.

“Saya pikir Sadio Mane secara khusus siap menghadapi bentrokan dengan Salah secara psikologis. Ini adalah pertandingan, dan apa pun itu, ketegangannya sangat kuat,” ujar Kouli.

Kouli menambahkan bahwa seluruh dunia sedang menantikan bagaimana kedua pemain ini saling mengalahkan di lapangan.

Meski tidak berhadapan langsung secara posisi, pengaruh keduanya di tim masing-masing akan menjadi penentu hasil akhir.

Adu Strategi dan Pengalaman

Mane dan Salah dipastikan sudah memahami kelebihan serta kekurangan satu sama lain setelah bertahun-tahun berlatih bersama. Faktor ini diprediksi akan membuat jalannya pertandingan semakin taktis dan penuh kejutan.

Senegal datang dengan ambisi mempertahankan dominasi, sementara Mesir mengusung misi balas dendam demi meraih trofi Piala Afrika. Siapapun yang menang, laga ini akan tercatat sebagai salah satu duel paling ikonik dalam sejarah sepak bola Afrika.