Ihram.co.id — Presiden La Liga, Javier Tebas, membantah tegas klaim yang dilontarkan oleh mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, mengenai adanya persetujuan dari pihak La Liga terkait kepulangan Lionel Messi ke klub Catalan tersebut pada tahun 2023. Tebas menyatakan bahwa pernyataan Xavi tersebut tidak benar dan La Liga tidak pernah memberikan otorisasi atau persetujuan apa pun untuk operasi transfer tersebut.
Pernyataan Xavi Hernandez sebelumnya menyebutkan bahwa kepulangan Messi ke Barcelona hampir terealisasi pada Januari 2023, bahkan telah mendapatkan lampu hijau dari La Liga. Namun, Xavi mengklaim bahwa Presiden Barcelona, Joan Laporta, lah yang akhirnya membatalkan kesepakatan tersebut di menit-menit akhir karena kekhawatiran akan terjadi “perang gaji” di dalam skuad.
Tebas Menyangkal Klaim Xavi
Menanggapi hal tersebut, Javier Tebas secara eksplisit menyatakan, “Itu tidak benar. La Liga tidak mengotorisasi apa pun sama sekali, juga tidak memiliki persetujuan (OK),” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan televisi Spanyol, seperti dilansir dari Marca. Tebas menekankan bahwa otoritas liga tidak pernah memberikan lampu hijau untuk operasi transfer Messi kembali ke Barcelona pada tahun 2023.
Klaim Xavi Hernandez, yang diungkapkan dalam wawancara dengan La Vanguardia, menyatakan bahwa negosiasi kontrak dengan ayah Messi, Jorge Messi, telah berjalan dan La Liga telah memberikan persetujuan finansial. Namun, Xavi menuduh Laporta sebagai pihak yang menghentikan kesepakatan tersebut, dengan alasan tidak ingin menghadapi konflik internal di klub.
Kronologi Versi Xavi dan Bantahan Tebas
Menurut Xavi, pembicaraan dengan Messi mengenai kepulangannya dimulai setelah Argentina memenangkan Piala Dunia 2022. Ia mengaku telah berbicara dengan Messi hingga Maret 2023 dan melihat adanya antusiasme dari sang pemain untuk kembali ke Camp Nou. Xavi juga mengklaim bahwa Presiden Barcelona, Joan Laporta, telah bernegosiasi mengenai kontrak dengan ayah Messi dan telah mendapatkan persetujuan dari La Liga.
Namun, Javier Tebas secara konsisten membantah narasi ini. Ia menegaskan bahwa La Liga selalu berpegang pada aturan kontrol finansial yang telah disepakati oleh klub-klub. Tebas sebelumnya juga pernah menyatakan bahwa kepulangan Messi ke Barcelona pada April 2023 akan sangat rumit karena masalah keuangan klub. Ia menekankan bahwa Barcelona harus melakukan banyak langkah finansial, termasuk menjual pemain dan mengurangi gaji, agar dapat mendaftarkan pemain baru seperti Messi.
Tanggapan Laporta
Menanggapi pernyataan Xavi, Joan Laporta sendiri mengungkapkan keterkejutannya dan merasa tersakiti. Laporta mengklaim bahwa pada tahun 2023, justru pihak Messi yang mengurungkan niatnya untuk kembali setelah ia mengirimkan kontrak. “Saya mengirimkan kontrak kepada Jorge Messi, yang kemudian datang ke rumah saya dan mengatakan bahwa dia akan terlalu banyak di sini – ‘tekanan’,” ujar Laporta, mengacu pada situasi yang dihadapi Messi di Barcelona.
Laporta juga menuduh Xavi dimanfaatkan dalam kontestasi pemilihan presiden klub. Pernyataan Xavi yang kontroversial ini muncul menjelang pemilihan presiden Barcelona, di mana Xavi diketahui mendukung salah satu kandidat yang merupakan lawan Laporta.
Konteks Finansial Barcelona
Penting untuk dicatat bahwa Barcelona memang menghadapi kendala finansial yang signifikan pada tahun 2023, yang membuat mereka tidak dapat memperpanjang kontrak Lionel Messi pada tahun 2021. Klub telah berjuang untuk mematuhi aturan Financial Fair Play (FFP) La Liga, yang membatasi pengeluaran klub. Meskipun Barcelona telah mengaktifkan beberapa tuas finansial untuk meningkatkan pendapatan mereka, kepulangan pemain sekaliber Messi akan membutuhkan restrukturisasi keuangan yang besar.
Pada akhirnya, Lionel Messi memutuskan untuk bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami, pada Juli 2023, mengakhiri spekulasi mengenai kepulangannya ke Barcelona. Keputusan ini diambil setelah Messi mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk situasi keuangan Barcelona yang belum sepenuhnya terselesaikan pada saat itu.
Ikuti Ihram.co.id
