Ihram.co.id — Bek sayap Timnas Belanda, Jeremie Frimpong, kembali dibekap cedera saat memperkuat tim nasionalnya dalam pertandingan persahabatan melawan Ekuador pada Rabu(1/4/2026). Pemain berusia 25 tahun itu terpaksa ditarik keluar lapangan hanya 12 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti, menimbulkan kekhawatiran baru bagi klubnya, Liverpool, jelang padatnya jadwal pertandingan.
Pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman, mengonfirmasi bahwa pergantian pemain tersebut murni karena masalah cedera yang dialami Frimpong. Meskipun sifat pasti dari cedera tersebut masih dalam pemeriksaan tim medis Belanda, indikasi awal menunjukkan adanya masalah otot yang kambuh, sebuah kondisi yang telah menghantui musim debut Frimpong di Liverpool.
Cedera Kambuh di Laga Krusial
Jeremie Frimpong masuk menggantikan rekan setimnya di Liverpool, Cody Gakpo, pada awal babak kedua pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut. Namun, masa bermainnya di lapangan sangat singkat. Ia hanya mampu bertahan selama 13 menit sebelum merasakan ada yang tidak beres pada ototnya dan harus segera digantikan oleh Jan Paul van Hecke dari Brighton. Pemain yang berposisi sebagai bek sayap ini langsung menuju ruang ganti, sebuah pemandangan yang tentu saja mengkhawatirkan bagi staf pelatih Liverpool.
Ronald Koeman dalam konferensi pers pasca-pertandingan menjelaskan, “Itu adalah pukulan, kami harus menggantinya. Jeremie merasakan sesuatu yang tajam dan kami tidak bisa mengambil risiko.” Ia menambahkan bahwa cedera ini mengecewakan, terutama mengingat betapa singkatnya waktu bermain Frimpong setelah ia masuk ke lapangan. Koeman juga menyatakan bahwa cedera tersebut merupakan masalah otot.
Sejarah Cedera Frimpong Musim Ini
Cedera yang dialami Frimpong kali ini menambah daftar panjang masalah kebugaran yang menghampirinya sepanjang musim debutnya di Liverpool. Sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen senilai £29,5 juta, Frimpong telah beberapa kali mengalami cedera yang mengganggu ritme permainannya. Ia sempat absen di awal musim Liga Primer karena cedera hamstring dan kembali menepi selama hampir delapan minggu antara bulan Desember dan Februari.
Sebelum jeda internasional ini, Frimpong sebenarnya telah berhasil merebut kembali posisinya di tim utama Liverpool di bawah asuhan pelatih Arne Slot. Ia bermain penuh selama 60 menit dalam tiga pertandingan terakhir Liverpool sebelum jeda. Namun, cedera terbaru ini datang di saat yang sangat krusial, mengingat Liverpool akan menghadapi Manchester City dalam pertandingan perempat final Piala FA pada akhir pekan ini, diikuti oleh leg pertama perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Krisis Lini Pertahanan Liverpool
Situasi cedera Frimpong semakin memperburuk krisis lini pertahanan yang tengah dihadapi Liverpool. Klub Merseyside tersebut sudah kehilangan bek kanan lainnya, Conor Bradley, yang dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera lutut. Hal ini menyisakan Joe Gomez sebagai satu-satunya pilihan bek sayap kanan alami yang tersedia bagi Arne Slot. Ketidaktersediaan Frimpong dan Bradley membuat Liverpool semakin rentan, terutama dalam menghadapi tim-tim kuat seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain.
Masalah di posisi bek sayap kanan memang menjadi perhatian serius bagi Liverpool musim ini. Sejak kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid pada musim panas lalu, Liverpool belum menemukan solusi permanen. Selain itu, klub juga dilaporkan gagal merekrut bek serbaguna Lutsharel Geertruida di bursa transfer musim dingin, yang dinilai mampu menutupi beberapa posisi di lini pertahanan.
Cedera Frimpong ini juga menjadi pukulan telak bagi timnas Belanda yang tengah berupaya mengamankan tiket ke Euro 2024. Meskipun Belanda telah mengamankan tiket, kedalaman skuad tetap menjadi kunci dalam turnamen besar. Koeman sendiri sebelumnya pernah mengkritik kemampuan bertahan Frimpong pada Maret 2023, namun kini ia harus mengandalkan pemain tersebut dan harus berhadapan dengan kenyataan pahit cedera yang kembali menghampiri.
Ikuti Ihram.co.id
