Ihram.co.id — Joan Garcia mencatatkan tujuh penyelamatan dalam kekalahan 1-2 FC Barcelona dari Girona pada laga derbi Catalan, Senin (16/2/2026) malam. Meski dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP), penjaga gawang berusia 24 tahun tersebut menyatakan performa individunya tidak berarti karena kegagalan tim meraih poin.
Penyelamatan ganda Garcia saat skor masih imbang sempat menjaga peluang Barcelona di lapangan. Namun, ia tidak mampu membendung gol kemenangan Girona yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.
“Pada akhirnya, itulah yang dicoba dilakukan oleh penjaga gawang, tetapi sayangnya hari ini kami kebobolan lebih banyak dari yang diinginkan. Penyelamatan saya tidak berarti banyak jika kami tidak mendapatkan poin,” ujar Garcia dikutip dari barcauniversal.
Kritik Terhadap Keputusan VAR
Garcia menyoroti proses terjadinya gol kedua Girona yang dinilainya bermasalah. Menurut keterangannya, Claudio Echeverri menginjak kaki Jules Kounde dalam proses serangan tersebut, namun wasit dan VAR tidak melakukan intervensi.
“Saya tidak bisa melihatnya dengan jelas secara langsung karena gerakannya sangat cepat. Saya sudah melihat tayangan ulangnya dan menurut saya itu adalah pelanggaran. Jules sampai ke bola lebih dulu,” kata Garcia.
Ia mengungkapkan keterkejutannya atas absennya tinjauan VAR terhadap insiden tersebut. Garcia menilai teknologi video seharusnya digunakan untuk memberikan kejelasan pada situasi yang sulit dipantau langsung oleh wasit di lapangan.
“Mungkin Anda tidak melihatnya pada pandangan pertama di lapangan, seperti yang saya alami. Namun yang mengejutkan adalah hal itu tidak ditinjau, bahkan VAR tidak dipanggil agar bisa terlihat jelas di layar,” tambahnya.
Evaluasi Pertahanan dan Transisi
Di luar kontroversi wasit, Garcia menekankan pentingnya perbaikan pada lini pertahanan Barcelona, terutama saat melakoni laga tandang. Ia mencatat timnya terlalu mudah memberikan celah bagi lawan untuk mencetak gol.
“Itu adalah sesuatu yang perlu kami tingkatkan. Kami kebobolan terlalu banyak dan terlalu mudah. Kami perlu menganalisisnya,” tutur Garcia merujuk pada performa tim secara kolektif.
Berdasarkan pengamatannya dari area gawang, Garcia menjelaskan bahwa tekanan (press) tim sudah berjalan baik saat bola mati. Namun, ia melihat adanya kelemahan dalam memutus alur serangan lawan setelah kehilangan penguasaan bola.
“Saat kehilangan bola, kami perlu lebih banyak memutus permainan dan melakukan pelanggaran di area lawan. Mereka melakukan itu kepada kami. Mereka mencapai area kami dengan mudah, dan itu menguras tenaga kami,” jelasnya.
Fokus pada Perbaikan Tim
Barcelona memiliki waktu satu pekan tanpa jadwal pertandingan untuk melakukan evaluasi. Garcia menyatakan periode ini akan digunakan untuk memperbaiki aspek teknis dengan pikiran yang lebih tenang.
Terkait potensi pemanggilan ke tim nasional Spanyol untuk laga Finalissima bulan depan, Garcia menegaskan hal tersebut bukan prioritas utamanya saat ini. Ia memilih memusatkan perhatian pada kondisi internal klub.
“Tidak untuk saat ini. Saya fokus untuk melewati masa sulit yang sedang kami alami ini,” pungkas Garcia.
Ikuti Ihram.co.id
