Ihram.co.id — Mantan rekan setim Michael Carrick di West Ham dan tim nasional Inggris, Joe Cole, mengungkapkan sebuah sisi tersembunyi dari manajer interim Manchester United tersebut yang jarang diketahui publik: ‘steeliness’ atau mental baja.
Menurut Cole, banyak orang mengenal Carrick sebagai sosok yang pendiam dan tenang. Namun, di balik sikapnya yang kalem tersebut, tersimpan ketegasan dan karakter kuat yang menjadi kunci kebangkitan Manchester United di bawah asuhannya. Pernyataan ini disampaikan Cole dalam podcast Could It Be Magic?.
Peran Krusial Carrick di Manchester United
Michael Carrick, 44 tahun, kembali ke Old Trafford pada bulan lalu untuk mengambil alih posisi pelatih interim hingga akhir musim. Penunjukannya dilakukan oleh manajemen baru Ineos setelah klub berpisah dengan pelatih sebelumnya, Ruben Amorim. Sejak saat itu, Manchester United menunjukkan perubahan performa yang drastis.
Di bawah arahan Carrick, United berhasil meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan terakhirnya di Liga Inggris. Momentum kebangkitan dimulai dengan kemenangan meyakinkan atas rival sekota, Manchester City, dan berlanjut dengan hasil positif melawan Arsenal pada Januari.
Tren positif ini berlanjut dengan kemenangan atas Fulham dan Tottenham Hotspur, serta hasil imbang dramatis di menit akhir melawan West Ham United. Rangkaian hasil ini membawa United kembali bersaing di papan atas klasemen Premier League, sebuah skenario yang sulit dibayangkan beberapa pekan sebelumnya.
Rentetan performa impresif ini bahkan mengantarkan Carrick meraih penghargaan Premier League Manager of the Month untuk Januari 2026.
‘Steeliness’ Carrick Menurut Joe Cole
Joe Cole, yang pernah bermain bersama Carrick sejak level akademi hingga timnas Inggris, terkejut dengan dampak instan yang diberikan oleh mantan rekannya tersebut, terutama saat United memenangi derby Manchester.
“Orang mungkin tidak tahu, tapi Michael itu punya ‘steeliness’. Dia bukan tipe yang berteriak-teriak. Dia tidak banyak bicara. Tapi saat dia bicara, semua terukur dan bermakna,” ujar Cole dikutip dari bola.net. Cole menambahkan bahwa ia sangat senang melihat keberhasilan Carrick, namun tidak menyangka dampaknya akan datang secepat ini.
Berbeda dengan pelatih lain yang kerap menunjukkan emosi berapi-api di pinggir lapangan, Carrick memilih pendekatan yang lebih tenang. Kepemimpinannya mengandalkan komunikasi yang lugas, pemahaman taktik yang mendalam, dan wibawa alami sebagai mantan gelandang kelas dunia.
Cole menilai karakter ini menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan diri skuad United. Di ruang ganti, Carrick tidak mencari sorotan, melainkan menjadi figur yang dihormati.
Peluang Jangka Panjang Carrick
Michael Carrick masih memiliki 12 pertandingan sisa di Liga Inggris untuk membuktikan kapasitasnya sebelum manajemen klub memutuskan pelatih permanen. Laporan menyebutkan bahwa Ineos tengah berburu sosok pelatih jangka panjang, namun performa impresif Carrick tentu menjadi bahan pertimbangan serius.
Performa gemilang Carrick bersama Manchester United ini juga menarik perhatian klub lain. Tottenham Hotspur dikabarkan siap bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangan Carrick di akhir musim jika ia tidak mendapatkan kontrak permanen.
Carrick sebelumnya juga pernah menjabat sebagai pelatih interim Manchester United pada tahun 2021 setelah pemecatan Ole Gunnar Solskjaer, serta pernah menjadi manajer penuh waktu di Middlesbrough.
Di Middlesbrough, ia berhasil membawa tim finis di posisi keempat Championship pada musim 2022-2023 dan mencapai babak semi-final play-off, meskipun performa tim menurun di musim berikutnya.
Dengan 12 pertandingan tersisa, pertanyaan besar adalah apakah “mental baja” dan ketenangan khas Carrick akan cukup untuk menjaga laju positif United hingga akhir musim. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin legenda Old Trafford ini akan beralih status dari pelatih interim menjadi solusi permanen bagi kebangkitan Setan Merah.
Ikuti Ihram.co.id
