Persija Jakarta tampil dengan pendekatan tak biasa saat menghadapi Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Salah satu sorotan utama dalam laga tersebut adalah perubahan peran Jordi Amat, yang biasanya bermain sebagai bek tengah namun kali ini dipercaya mengisi posisi gelandang bertahan.

Keputusan ini diambil oleh pelatih Mauricio Souza sebagai solusi atas absennya sejumlah pemain inti akibat akumulasi kartu. Langkah taktis tersebut justru memberikan warna baru dalam permainan Persija dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan tim sepanjang pertandingan.

Jordi Amat Jalani Peran Baru

Mauricio Souza menempatkan Jordi Amat lebih ke depan untuk memperkuat lini tengah. Keputusan ini bukan diambil secara mendadak, melainkan telah melalui pembahasan antara pelatih dan pemain sejak sesi latihan beberapa hari sebelum laga.

Dengan pengalaman panjang bermain di kompetisi Eropa dan Asia, Jordi mampu beradaptasi dengan cepat. Ia terlihat nyaman mengatur ritme permainan serta membantu tim dalam fase bertahan maupun saat membangun serangan.

Stabilitas Lini Tengah Persija

Jordi Amat mengakui bahwa peran barunya tidak memberikan kesulitan berarti. Ia merasa mampu menjaga keseimbangan permainan dan menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan Persija.

Keberadaannya di lini tengah memberikan stabilitas tambahan, terutama saat Persija melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Aliran bola menjadi lebih terjaga dan permainan tim tampak lebih terorganisir.

Chemistry Kuat dengan Aditya Warman

Kerja sama Jordi Amat dengan Aditya Warman di lini tengah menjadi salah satu kunci dominasi Persija. Menurut Jordi, chemistry yang terbangun membuat tim mampu mengontrol tempo permainan sejak awal laga.

Tekanan tinggi yang diterapkan Macan Kemayoran membuat Madura United kesulitan mengembangkan permainan. Situasi ini membuat Persija lebih leluasa mendikte jalannya pertandingan.

Babak Pertama Hampir Sempurna

Jordi Amat menilai performa Persija pada babak pertama sangat mendekati sempurna. Timnya mampu menciptakan banyak peluang berbahaya dan menguasai jalannya laga.

Ia bahkan menilai Persija seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol jika penyelesaian akhir lebih maksimal, mengingat banyaknya peluang yang tercipta.

Fokus Hingga Akhir Laga

Memasuki babak kedua, intensitas permainan Persija sedikit menurun. Namun, Jordi menilai hal tersebut masih dalam batas wajar dan tidak memengaruhi konsentrasi tim secara keseluruhan.

Kemenangan atas Madura United menjadi modal penting bagi Persija untuk kembali ke jalur positif di papan atas klasemen. Jordi berharap performa solid tersebut dapat terus dipertahankan pada laga-laga berikutnya.