— Barcelona dipastikan akan kehilangan salah satu pemain andalannya, Raphinha, selama empat hingga lima pekan ke depan akibat cedera otot paha kanan. Kepastian ini didapat setelah Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi kondisi sang pemain yang memaksanya untuk dipulangkan dari skuad tim nasional. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Barcelona, terutama menjelang fase krusial kompetisi domestik dan Eropa.

Raphinha mengalami cedera tersebut saat membela Timnas Brasil dalam laga uji coba internasional melawan Prancis yang digelar pada Jumat (27/3/2026). Ia merasakan adanya ketidaknyamanan pada otot paha kanannya dan harus ditarik keluar pada jeda babak pertama.

Federasi Sepak Bola Brasil kemudian melakukan pemeriksaan medis yang mengonfirmasi adanya cedera otot. Akibatnya, pemain berusia 29 tahun itu tidak dapat melanjutkan pemusatan latihan bersama timnas dan segera dikembalikan ke klubnya, FC Barcelona, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Diagnosis dan Perkiraan Absen

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber media ternama, termasuk Bola.net dan Antara News, Raphinha mengalami cedera pada otot hamstring kanan atau otot adduktor paha kanan. Perkiraan waktu pemulihan yang disampaikan bervariasi antara empat hingga lima pekan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa cedera ini bukan kali pertama dialami oleh Raphinha, menambah kekhawatiran akan kondisi fisiknya.

Sebelumnya, pada akhir September 2025, Raphinha juga sempat mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen selama dua bulan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi staf medis Barcelona yang telah berupaya menerapkan program latihan khusus dan pengaturan menit bermain yang ketat untuk menjaga kebugaran pemainnya. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, dikabarkan tidak puas dengan situasi ini dan menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap pola latihan dan gaya hidup sang pemain.

Dampak bagi Barcelona

Absennya Raphinha dalam kurun waktu empat hingga lima pekan ke depan diprediksi akan memberikan dampak signifikan bagi Barcelona. Pemain asal Brasil ini telah menjelma menjadi salah satu pilar penting di lini serang tim asuhan Hansi Flick. Statistik menunjukkan bahwa performa Barcelona seringkali menurun drastis ketika Raphinha tidak bermain.

Dalam enam kekalahan Barcelona musim ini, sebagian besar terjadi saat Raphinha absen karena cedera. Kehilangan Raphinha berarti Barcelona harus kehilangan sumber gol dan assist yang krusial, serta intensitas dan kerja keras dalam pertahanan yang sering ia tunjukkan.

Lebih lanjut, cedera ini membuat Raphinha berpotensi besar melewatkan sejumlah pertandingan penting, termasuk kemungkinan laga perempat final Liga Champions jika Barcelona berhasil melaju.

Selain itu, beberapa laga krusial di kompetisi domestik La Liga juga kemungkinan akan ia lewatkan, yang bisa berdampak pada persaingan memperebutkan gelar juara. Situasi ini menambah daftar pemain Barcelona yang tengah mengalami cedera, menempatkan tekanan lebih besar pada skuad yang tersisa.

Konteks Cedera Sebelumnya

Riwayat cedera Raphinha memang menjadi perhatian khusus. Pada September 2025, ia mengalami cedera hamstring kanan yang membuatnya menepi selama hampir dua bulan. Cedera tersebut sempat kambuh pada Oktober 2025, yang berpotensi membuatnya absen lebih lama lagi.

Meskipun telah menjalani program pemulihan dan latihan khusus, cedera otot kembali menghantui pemain berusia 29 tahun ini. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas program pemulihan dan penanganan cedera yang selama ini diterapkan oleh tim medis klub.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi Hansi Flick dalam meracik strategi tim. Pelatih asal Jerman tersebut harus mencari solusi alternatif di lini serang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Raphinha. Pemain seperti Lamine Yamal dan Ferran Torres kemungkinan akan mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Namun, dampak kehilangan Raphinha secara keseluruhan diperkirakan akan sulit untuk sepenuhnya diatasi oleh Barcelona dalam fase krusial musim ini.