— Kabar mengejutkan datang dari kubu Persebaya Surabaya menjelang bergulirnya putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Bek tengah andalan, Kadek Raditya, dipastikan masuk dalam daftar pemain yang dilepas manajemen. Keputusan ini sekaligus menegaskan langkah tegas pelatih Bernardo Tavares dalam melakukan perombakan skuad.

Informasi hengkangnya Kadek Raditya mencuat ke publik pada Sabtu, 17 Januari 2026. Nama pemain asal Bali tersebut disebut tidak lagi masuk dalam rencana taktik Bernardo Tavares untuk sisa musim. Keputusan ini langsung memantik perhatian luas dari Bonek dan pencinta sepak bola nasional.

Kadek Raditya Resmi Tinggalkan Green Force

Kabar perpisahan Kadek Raditya pertama kali diungkap oleh akun fanbase Persebaya Surabaya, @emosijiwakucom. Dalam unggahan tersebut, fanbase ini merangkum perjalanan Kadek bersama Green Force dengan catatan 58 penampilan liga, total 4.444 menit bermain, dan satu gol yang dicetak selama berseragam hijau.

Unggahan itu ditutup dengan kalimat penuh emosi, “Terima kasih banyak bli @radityamaheswara,” yang langsung disambut ratusan komentar dari pendukung Persebaya. Reaksi Bonek pun beragam, mulai dari kaget hingga menerima keputusan pelatih sebagai bagian dari proses evaluasi tim.

Perjalanan Karier dan Kontribusi Kadek

Kadek Raditya Maheswara lahir di Denpasar pada 13 Juni 1999 dan kini berusia 26 tahun. Ia berposisi sebagai bek tengah dengan tinggi badan 1,78 meter dan kaki dominan kanan. Kadek resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2023 dan sempat memperpanjang kontraknya pada Juni 2024.

Selama membela Persebaya, Kadek dikenal sebagai pemain yang konsisten di lini belakang. Catatan 58 laga liga menjadi bukti kepercayaan pelatih terhadapnya di musim-musim sebelumnya. Nilai pasar Kadek saat ini berada di angka Rp 2,61 miliar, menjadikannya salah satu bek lokal berpengalaman di kompetisi domestik.

Menit Bermain Menurun di Musim 2025/2026

Memasuki Super League 2025/2026, peran Kadek mulai berkurang. Pada putaran pertama, ia hanya tampil dalam tiga pertandingan dengan total 88 menit bermain. Meski minim kesempatan, statistik individunya tetap cukup solid.

Kadek mencatat akurasi umpan hingga 90 persen, lima intersep, dua sapuan, dan tiga kali pemulihan bola. Catatan tersebut menunjukkan bahwa performanya tetap efektif ketika diberi kesempatan, meskipun tidak lagi menjadi pilihan utama.

Bernardo Tavares dan Proses Bersih-Bersih Skuad

Keputusan melepas Kadek Raditya menjadi sinyal kuat perubahan arah Persebaya di bawah kendali Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu disebut tengah melakukan evaluasi menyeluruh demi membangun tim sesuai dengan kebutuhan taktik dan visi jangka panjangnya.

Hingga kini, sudah ada tiga pemain lokal yang dicoret dari skuad. Dua nama lainnya bahkan telah menemukan klub baru. Rizky Dwi resmi bergabung dengan Garudayaksa FC, sementara Rendy Oscario melanjutkan karier bersama Semen Padang.

Respons Bonek dan Harapan ke Depan

Respons Bonek terhadap keputusan ini didominasi nada emosional namun tetap optimistis. Banyak yang mengucapkan terima kasih atas dedikasi Kadek Raditya, sekaligus mendukung penuh langkah Bernardo Tavares dalam membangun Persebaya versi baru.

Putaran kedua Super League 2025/2026 pun diprediksi menjadi fase penting bagi Green Force. Publik kini menantikan hasil nyata dari proses “bersih-bersih” skuad yang dilakukan demi membawa Persebaya kembali bersaing di papan atas.