Ihram.co.id — Senegal berhasil meraih gelar juara Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menundukkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 di Stade Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan Singa Teranga dipastikan melalui gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu setelah melewati drama penalti yang memicu kericuhan di pengujung waktu normal.
Taktik Psikologis Edouard Mendy di Titik Penalti
Drama memuncak pada menit ke-90+8 ketika wasit Jean-Jacques Ndala menunjuk titik putih untuk Maroko setelah peninjauan VAR. Pelanggaran bermula saat tangan El Hadji Malick Diouf menyentuh Brahim Diaz di area terlarang pada masa injury time.
Sebelum penalti dieksekusi, penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy, melakukan aksi yang memicu ketegangan dengan merusak rumput di sekitar titik penalti (scuffing the spot). Atas tindakan tersebut, wasit memberikan kartu kuning kepada Mendy karena dianggap melakukan provokasi dan merusak area permainan.
Aksi Mendy tersebut berdampak pada kegagalan eksekusi Brahim Diaz yang maju sebagai algojo pada menit ke-90+24. Diaz melepaskan tendangan dengan teknik Panenka, namun bola meluncur tanpa tenaga dan arah yang meyakinkan sehingga Mendy dengan mudah menangkap bola tersebut.
Kericuhan Massal dan Protes Walk Out
Keputusan penalti dari wasit Jean-Jacques Ndala sebelumnya sempat memicu protes keras dari ofisial dan pemain Senegal. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, sempat menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan (walk off) sebagai bentuk keberatan atas keputusan VAR.
Pertandingan terhenti selama 14 menit akibat kericuhan yang meluas hingga ke pinggir lapangan. Kelompok suporter Senegal, Gaindé, dilaporkan melompati pagar pembatas untuk menghadapi ofisial dan delegasi Maroko, yang kemudian direspons oleh intervensi polisi antihuru-hara.
Kericuhan juga dilaporkan merembet hingga ke tribun pers, di mana terjadi pertikaian antarnon-pemain. Di tengah situasi tersebut, Sadio Mane masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan-rekannya agar kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.
Gol Pape Gueye dan Kemenangan Senegal
Setelah laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu (extra time), Senegal memecah kebuntuan pada menit ke-94. Gol berawal dari penguasaan bola pemain Maroko, El Aynaoui, yang berhasil dipatahkan di lini tengah.
Sadio Mane kemudian menggiring bola menuju lini pertahanan Maroko dan memberikan umpan kepada Pape Gueye. Dari luar kotak penalti, Gueye melepaskan tembakan keras yang melewati Achraf Hakimi dan bersarang di pojok gawang yang dikawal Yassine Bounou.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat Senegal meraih gelar AFCON kedua mereka dalam lima tahun terakhir, sementara Maroko gagal mengakhiri puasa gelar kontinental yang telah berlangsung selama 50 tahun.
Informasi mengenai jalannya pertandingan final dan statistik pemain tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi pertandingan yang disiarkan melalui The Associated Press dan L’Équipe.
Ikuti Ihram.co.id
