Ihram.co.id — Manchester United secara mengejutkan berhasil mempermalukan Manchester City dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris pada Sabtu sore. Kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Michael Carrick sebagai pelatih interim, sekaligus mengakhiri tren buruk Setan Merah.
Pep Guardiola dan timnya yang tengah berjuang memperebutkan gelar harus tertunduk lesu di Old Trafford setelah dibungkam oleh gol-gol dari Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu. Hasil ini sangat dibutuhkan oleh United setelah tersingkir dari Piala FA oleh Brighton pada laga sebelumnya.
Kembalinya Kobbie Mainoo ke dalam starting line-up menjadi salah satu kunci performa energi dan kontrol United dalam pertandingan ini. Mainoo tampil untuk pertama kalinya sebagai starter di Liga Primer sejak April dan membuktikan mengapa ia begitu digadang-gadang sejak kemunculannya.
Gelandang muda itu menunjukkan potensi sebagai pemain elite. Ia tampil kuat dalam bertahan, percaya diri dan berani menguasai bola, serta meyakinkan dalam mengambil keputusan. Kehadirannya memberikan United kehadiran lini tengah yang kokoh, sesuatu yang sangat dirindukan.
Bahkan musim lalu, di masa sulit di bawah manajemen Amorim, lulusan akademi Carrington ini telah menunjukkan gaya permainannya yang combative dan berbakat secara teknis. Kembali ke tim inti, ia bersinar terang, seiring dengan kebangkitan timnya.
Namun, bukan hanya Mainoo yang menjadi sorotan. Bintang United lainnya tampil layaknya pemain yang terlahir kembali setelah kembali ke peran yang lebih alami dalam sistem Carrick. Ia adalah sang kapten, Bruno Fernandes.
Bruno Fernandes Kembali ke Peran Nomor 10
Jika ditanya siapa pemain terbaik Manchester United saat ini, banyak pendukung akan menyebut nama Bruno Fernandes. Sang kapten terus menjadi figur sentral bagi tim sepanjang tahun lalu, meskipun sering ditempatkan di lini tengah yang lebih dalam untuk mengakomodasi sistem Amorim.
Carrick menghentikan kebiasaan itu dan mengembalikan pemain berusia 31 tahun itu ke posisi nomor 10 yang menjadi zona nyamannya. Meski sempat beruntung tidak mencetak gol karena keputusan offside yang tipis, Fernandes tetap bersinar. Ia menciptakan enam peluang, memenangkan lima duel, melakukan enam pemulihan bola, dan tentu saja, memberikan assist untuk gol pembuka Mbeumo.
Reporter Samuel Luckhurst bahkan menyoroti umpan-umpan Fernandes yang ‘Beckham-like’, sangat intuitif dan penuh kesadaran terhadap rekan di sekitarnya, termasuk saat memberikan umpan terobosan brilian kepada Dorgu.
Pemain istimewa ini terus mencatatkan rekor di seragam Manchester United. Sebagai playmaker utama melawan tim asuhan Guardiola, Manchester Evening News memberikan nilai 8/10 untuk penampilannya, bahkan bisa dibilang lebih tinggi.
Kini, dengan kembali ke peran favoritnya dan didukung oleh bintang muda seperti Mainoo yang bersemangat untuk unjuk gigi, Fernandes berpotensi kembali ke performa terbaiknya. Meskipun musim ini mungkin tidak akan berujung trofi bagi klub Old Trafford, fondasi kesuksesan di masa depan dapat dibangun dalam beberapa bulan mendatang, dipimpin oleh Fernandes dari jantung sistem permainan Carrick.
Diogo Dalot beruntung tidak mendapat kartu merah atas tekel kerasnya terhadap Jeremy Doku di babak pertama, namun tim tamu sulit mengelak dari kekalahan di ‘Theatre of Dreams’. Sangat menarik melihat Fernandes dan Mainoo bersinar dalam peran terbaik mereka. Lebih banyak penampilan serupa bisa mengantarkan periode kesuksesan yang belum pernah dilihat klub sebesar ini dalam beberapa tahun terakhir.
Ikuti Ihram.co.id
