Rockstar Games kembali menjadi sorotan menjelang perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6). Kali ini bukan karena cuplikan terbaru atau bocoran gameplay, melainkan karena langkah humanis yang dilakukan perusahaan tersebut dengan memberi kesempatan khusus kepada seorang penggemar yang tengah berjuang melawan penyakit serius untuk memainkan GTA 6 lebih awal.

GTA 6 merupakan salah satu game paling dinanti dalam sejarah industri gim modern. Selama dua tahun berturut-turut, game ini menyabet penghargaan Most Anticipated Game di ajang The Game Awards. Meski sempat mengalami beberapa kali penundaan, Rockstar memastikan GTA 6 akan dirilis pada 2026 untuk konsol generasi terbaru.

Di tengah penantian panjang itu, muncul kisah menyentuh yang menunjukkan sisi empati dari pengembang di balik seri Grand Theft Auto.

Baca Juga: GTA 6 Akan Ditunda Lagi ke 2027? Ini Fakta dan Rumor yang Beredar

Unggahan Pengembang Ubisoft Toronto Mengungkap Kisah di Balik Layar

Kisah ini pertama kali terungkap pada Desember 2025 melalui unggahan di LinkedIn milik Anthony Armstrong, seorang pengembang di Ubisoft Toronto. Dalam unggahan tersebut, Armstrong menceritakan kondisi salah satu anggota keluarganya yang telah lama berjuang melawan kanker.

Menurut Armstrong, penyakit tersebut telah diderita selama bertahun-tahun dan kondisi kesehatan anggota keluarganya kini semakin memburuk. Dokter memperkirakan sisa waktu hidupnya hanya berkisar enam hingga 12 bulan. Di tengah kondisi itu, sang anggota keluarga diketahui merupakan penggemar berat seri Grand Theft Auto dan sangat menantikan kehadiran GTA 6.

Armstrong menyampaikan kekhawatirannya bahwa anggota keluarganya mungkin tidak akan sempat memainkan GTA 6 ketika game tersebut resmi dirilis, atau hanya bisa memainkannya dalam waktu yang sangat singkat.

Harapan Akses Playtest Eksklusif kepada Rockstar

Melalui unggahan yang sama, Armstrong menyampaikan harapannya agar Rockstar Games bersedia memberikan akses playtest eksklusif kepada anggota keluarganya. Ia menyebut jarak tempat tinggal mereka yang relatif dekat dengan kantor Rockstar Toronto di Oakville, Kanada, sebagai salah satu alasan harapan tersebut memungkinkan untuk diwujudkan.

Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian komunitas gim dan menjadi perbincangan luas di media sosial, meski kemudian dihapus oleh pemilik akun.

CEO Take-Two Interactive Turun Tangan

Beberapa minggu setelah unggahan tersebut muncul, Anthony Armstrong kembali memberikan pembaruan. Ia mengungkapkan bahwa CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, secara langsung menghubunginya untuk menindaklanjuti cerita tersebut.

Armstrong menyebut telah terjadi komunikasi antara pihak Take-Two, Rockstar Games, dan dirinya. Meski tidak memberikan konfirmasi eksplisit bahwa akses bermain lebih awal telah diberikan, Armstrong menyatakan bahwa pembicaraan tersebut menghasilkan kabar baik.

Pernyataan itu ditafsirkan sebagai sinyal positif bahwa Rockstar membuka pintu bagi sang penggemar untuk merasakan GTA 6 lebih awal, meski detail mengenai waktu dan bentuk akses tersebut tidak diumumkan ke publik.

Bukan Pertama Kali Rockstar Lakukan Langkah Serupa

Langkah yang diambil Rockstar Games ini bukanlah hal baru. Pada 2018, perusahaan yang sama pernah memberikan kesempatan kepada seorang penggemar yang sakit parah untuk memainkan Red Dead Redemption 2 sebelum game tersebut resmi dirilis.

Praktik serupa juga pernah dilakukan oleh sejumlah pengembang lain di industri gim. Bethesda, misalnya, pernah memberikan penghormatan kepada penggemar setia dengan mengabadikan nama mereka di dalam game Fallout dan Starfield. Sementara itu, NetEase juga melakukan bentuk penghormatan kepada penggemarnya melalui game Once Human.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik pengembangan game berskala besar dan bernilai miliaran dolar AS, setara sekitar Rp15,7 triliun hingga Rp31,4 triliun tergantung estimasi biaya dan pendapatan, masih ada sisi kemanusiaan yang dijaga oleh para pengembang untuk menghargai para penggemar yang telah setia menunggu selama bertahun-tahun.