— Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 dalam laga final di Stade Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diwarnai aksi mogok main atau walk-out pemain Senegal selama 14 menit menyusul keputusan VAR yang memberikan penalti bagi Maroko pada masa injury time.

Kemenangan ini menjadi gelar Piala Afrika kedua bagi tim berjuluk Singa Teranga tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sebelumnya, Senegal juga berhasil mengangkat trofi pada edisi 2021.

Kronologi Aksi Walk-out Pemain Senegal

Ketegangan memuncak pada menit ke-90+6 babak kedua saat wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti kepada Maroko. Keputusan tersebut diambil setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) terhadap insiden kontak antara El Hadji Malick Diouf dan Brahim Diaz di kotak terlarang.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, segera menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Aksi ini memicu situasi kacau di dalam stadion, di mana para pemain dari kedua tim terlibat adu mulut sementara suporter Maroko merespons dengan sorakan dan siulan dari tribun.

Laga sempat terhenti selama 14 menit sebelum para pemain Senegal akhirnya bersedia kembali ke lapangan. Kembalinya tim tamu dipicu oleh inisiatif kapten Sadio Mane yang masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan-rekannya agar melanjutkan pertandingan.

Kegagalan Penalti Brahim Diaz

Di tengah situasi panas tersebut, kerusuhan juga pecah di area penonton dan meja pers. Kelompok suporter Senegal, Gaindé, dilaporkan melompati pagar pembatas untuk menghadapi ofisial pertandingan dan delegasi Maroko, yang memaksa polisi antihuru-hara turun tangan untuk menciptakan barikade.

Setelah situasi mereda, Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti pada menit ke-90+24. Namun, upaya penalti dengan teknik panenka tersebut berhasil ditangkap dengan mudah oleh penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy.

Kegagalan penalti tersebut sekaligus menutup waktu normal dengan skor 0-0. Skor kacamata ini memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu atau extra time.

Gol Penentu Pape Gueye

Senegal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-94 di babak tambahan pertama. Gol bermula dari kesalahan pemain Maroko, El Aynaoui, yang kehilangan bola di lini tengah lapangan.

Sadio Mane mengambil alih bola dan melakukan serangan balik cepat sebelum melepaskan umpan kepada Pape Gueye. Dari tepi kotak penalti, Gueye melepaskan tembakan mendatar yang melewati Achraf Hakimi dan bersarang di pojok gawang Maroko.

Pape Gueye sebelumnya juga menjadi sosok kunci dalam perjalanan Senegal di turnamen ini. Berdasarkan catatan data kompetisi, gelandang yang kini mengoleksi lebih dari 34 caps tersebut sempat mencetak dua gol identik dari tepi kotak penalti saat Senegal mengalahkan Sudan di babak 16 besar pada awal Januari.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Senegal. Hasil ini membuat Maroko gagal mengakhiri puasa gelar kontinental mereka yang telah berlangsung selama 50 tahun di hadapan pendukungnya sendiri.

Seluruh informasi detail mengenai jalannya pertandingan final, kronologi insiden, dan statistik pemain dihimpun berdasarkan laporan dari ESPN, Associated Press, L’Équipe, dan Padek Jawapos.