— Insiden mengerikan mewarnai pertandingan Serie A antara Cremonese melawan Inter Milan pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Kiper Cremonese yang juga membela Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan petasan yang dilakukan oleh oknum suporter. Petasan tersebut meledak tak jauh dari posisi Audero, menyebabkan pertandingan sempat terhenti sementara.

Peristiwa nahas ini terjadi pada awal babak kedua, sekitar menit ke-49, saat Inter Milan tengah memimpin dengan skor 2-0. Saat pertandingan baru saja dimulai kembali, sebuah petasan dilemparkan dari tribun yang dihuni suporter Inter Milan ke arah area pertahanan Cremonese. Petasan itu meledak di dekat Emil Audero yang sedang bersiap mengantisipasi serangan lawan, pelaku dikabarkan juga mengalami luka parah hingga kehilangan tiga jari.

Kronologi Insiden Petasan

Ledakan keras tersebut membuat Emil Audero terjatuh dan memegangi telinga kanannya. Ia juga dilaporkan mengalami luka pada bagian paha akibat serpihan petasan. Insiden ini sontak memicu kepanikan di lapangan.

Sejumlah pemain Inter Milan, termasuk Lautaro Martinez, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco, segera menghampiri area penalti Cremonese untuk melihat kondisi Audero. Pelatih Inter, Cristian Chivu, juga turut turun dari bangku cadangan untuk menenangkan situasi.

Tim medis Cremonese segera memberikan penanganan medis kepada Audero yang sempat mengeluhkan gangguan pendengaran akibat efek ledakan.

Meskipun mengalami cedera dan guncangan, Emil Audero menunjukkan profesionalisme tinggi dengan menolak untuk diganti. Ia memilih untuk melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan. Keputusan Audero ini dinilai krusial karena memastikan laga tetap berjalan normal dan hasil pertandingan disahkan. Inter Milan akhirnya memenangkan pertandingan tersebut dengan skor akhir 2-0.

Pelaku Alami Cedera Parah

Ironisnya, pelaku pelemparan petasan tersebut justru mengalami nasib tragis. Pihak kepolisian dilaporkan bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Menurut laporan dari media Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, pelaku teridentifikasi setelah mendatangi rumah sakit di Cremona dengan cedera serius di tangan.

Diduga kuat, pelaku kehilangan tiga jari akibat ledakan petasan yang ia pegang sendiri saat hendak melemparnya untuk kedua kali. Pelaku kini terancam sanksi hukum, termasuk kemungkinan larangan seumur hidup menghadiri pertandingan sepak bola.