Cleveland Cavaliers tampil dominan saat menjamu Los Angeles Lakers dan meraih kemenangan telak 129-99 dalam lanjutan kompetisi NBA, Rabu malam waktu setempat. Laga yang sempat berjalan ketat di dua kuarter awal berubah sepihak setelah Lakers kolaps total di kuarter ketiga, periode yang menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Los Angeles yang hanya tertinggal dua poin saat turun minum justru tak mampu mengimbangi agresivitas Cavaliers selepas halftime. Mereka dibantai 22-42 di kuarter ketiga, membuat Cleveland leluasa mengontrol permainan hingga peluit akhir.

Awal Pertandingan Berjalan Ketat

Cavaliers membuka laga dengan keunggulan cepat dan sempat memimpin tujuh poin usai dunk Jarrett Allen. Lakers yang mengawali pertandingan dengan sejumlah tembakan meleset perlahan bangkit melalui layup Deandre Ayton, lalu mencatatkan laju delapan poin beruntun untuk berbalik unggul.

Situasi sempat membuat kubu Lakers waswas saat Luka Dončić harus meninggalkan lapangan pada menit 7:46 kuarter pertama akibat masalah pergelangan kaki. Cavaliers memanfaatkan momen tersebut dengan mencetak delapan poin tanpa balas. Namun Dončić kembali bermain di sisa kuarter, sementara kontribusi Gabe Vincent dan Jake LaRavia membantu Lakers menutup kuarter pertama dengan keunggulan empat poin.

Jual Beli Serangan Sebelum Jeda

Kuarter kedua berlangsung sengit. Jarred Vanderbilt membuka poin Lakers lewat dunk hasil assist LeBron James, disusul jumper fadeaway Dončić yang menandai kebangkitan performanya. Lakers kembali mencatatkan laju 8-0 dan sempat unggul hingga 10 poin.

Cavaliers merespons cepat. Donovan Mitchell memutus momentum Lakers dan menjadi motor kebangkitan tuan rumah. Cleveland mencetak enam poin beruntun dan memperkecil jarak, sebelum akhirnya berbalik unggul. LeBron James sempat terkendala foul trouble di akhir kuarter, sementara Mitchell menutup paruh pertama dengan total 11 poin. Cavaliers unggul tipis dua poin saat jeda.

Kuarter Ketiga Jadi Titik Balik

Petaka bagi Lakers datang di kuarter ketiga. Ayton sempat menyamakan skor melalui lemparan bebas, tetapi Cavaliers langsung membalas dengan laju 7-0. Tembakan tiga angka Cleveland mengalir deras, sementara pertahanan Lakers gagal membendung agresivitas para penembak tuan rumah.

Cavaliers mencatatkan akurasi tembakan mencapai 87 persen di kuarter ini. Keunggulan mereka terus melebar hingga dua digit, didorong oleh kontribusi merata para starter. Empat pemain inti Cleveland sudah mencetak dua digit poin, sementara Lakers hanya mengandalkan Dončić dan Ayton.

Kuarter ketiga ditutup dengan dominasi mutlak Cavaliers yang mencetak enam tripoin dari sepuluh percobaan dan memperlebar jarak menjadi 22 poin, sekaligus memupus peluang kebangkitan Lakers.

Cavaliers Tak Terbendung Hingga Akhir

Memasuki kuarter keempat, Cavaliers tak mengendurkan tekanan. De’Andre Hunter membuka poin lewat jumper dan membawa keunggulan Cleveland semakin menjauh. Selisih sempat membengkak hingga 27 poin saat pertandingan menyisakan kurang dari sembilan menit.

LeBron James sempat mengalami keseleo pergelangan kaki, meski tetap melanjutkan laga. Lakers akhirnya menyerah lebih awal dengan menarik pemain utama di pertengahan kuarter. Bronny James sempat mencuri perhatian dengan delapan poin di kuarter akhir, termasuk satu dunk yang disambut meriah penonton.

Statistik Pemain dan Laga Berikutnya

Luka Dončić menjadi pencetak poin terbanyak Lakers dengan 29 poin, ditambah lima rebound dan enam assist. LeBron James membukukan 11 poin, tiga rebound, dan lima assist. Gabe Vincent menyumbang 11 poin dengan akurasi tripoin tinggi, sementara Deandre Ayton mencatatkan 10 poin dan empat rebound.

Di kubu Cavaliers, kemenangan diraih berkat permainan kolektif dan dominasi di kuarter ketiga yang sepenuhnya mengubah jalannya pertandingan.

Selanjutnya, Los Angeles Lakers dijadwalkan menghadapi Washington Wizards pada Jumat mendatang pukul 16.00 waktu Pasifik, dengan target bangkit setelah kekalahan telak di Cleveland.