Ihram.co.id — Chelsea menelan kekalahan telak 0-3 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion dalam lanjutan laga Premier League. Hasil minor ini menandai kekalahan kelima berturut-turut bagi The Blues di liga tanpa mampu mencetak satu gol pun, sebuah catatan yang memicu kemarahan besar dari sang pelatih kepala, Liam Rosenior.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, melontarkan kritik pedas terhadap sikap dan profesionalisme para pemainnya setelah laga di Amex Stadium tersebut berakhir memilukan bagi tim tamu. Rosenior menegaskan bahwa performa anak asuhnya sangat tidak dapat diterima dan menganggap momen ini sebagai malam tersulit sepanjang karier kepelatihannya di London Barat.
Baca Juga: Liam Rosenior Pastikan Cole Palmer Siap Starter Saat Chelsea Hadapi Aston Villa
Kekalahan ini juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan Rosenior sebagai juru taktik menjelang laga semifinal Piala FA melawan Leeds United. Sang manajer tampak sangat kecewa karena timnya gagal menunjukkan daya juang yang diharapkan di lapangan hijau.
Kekecewaan Mendalam Liam Rosenior atas Mentalitas Tim
Liam Rosenior mengungkapkan rasa frustrasinya secara terbuka dalam konferensi pers pascapertandingan. Ia menyatakan bahwa dirinya sudah sering membela para pemain di depan publik, namun performa kali ini benar-benar telah melewati batas toleransi yang dimilikinya sebagai pelatih.
Baca Juga: Chelsea vs Pafos FC: Misi The Blues Amankan Tiket 16 Besar Liga Champions
Menurut Rosenior, aspek mendasar dalam sepak bola seperti tekel, duel, intensitas, hingga semangat bertanding sama sekali tidak terlihat dari skuad Chelsea. Ia merasa ada masalah besar dalam sikap dan mentalitas sebagian besar pemain yang turun sebagai starter dalam laga tersebut.
“Itu adalah hal yang tidak dapat diterima dalam setiap aspek permainan. Tidak dapat diterima dalam hal sikap. Saya terus keluar dan membela para pemain, tetapi apa yang terjadi malam ini tidak bisa diterima. Sesuatu perlu berubah drastis di sini, sekarang juga,” ujar Liam Rosenior mengutip laporan The Guardian.
Rosenior juga menambahkan bahwa hanya segelintir pemain yang menunjukkan determinasi di lapangan. Baginya, semangat tim yang hilang merupakan alasan utama mengapa Chelsea begitu mudah didominasi oleh Brighton sepanjang pertandingan berlangsung.
“Sikap umum dan semangat sangat kurang, determinasi juga begitu. Mungkin hanya tiga atau empat dari 11 pemain yang menunjukkan itu, dan itu jauh dari cukup untuk klub ini. Saya tidak bisa datang ke sini dan berbohong, itu adalah performa yang tidak dapat diterima untuk klub ini,” tegas Rosenior.
Dominasi Brighton dan Perubahan Posisi Klasemen
Brighton & Hove Albion tampil dominan sejak awal laga dan berhasil mengunci kemenangan melalui gol-gol dari Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan Danny Welbeck. Chelsea yang tampil tanpa bintang utama mereka, Cole Palmer, terlihat kesulitan mengembangkan permainan meski mencoba skema formasi 3-5-2 yang tidak biasa.
Kemenangan ini membawa tim asuhan Fabian Hürzeler menyalip Chelsea di peringkat keenam klasemen sementara Premier League. Hasil ini sekaligus memperbesar peluang The Seagulls untuk kembali berkompetisi di turnamen Eropa pada musim depan setelah performa konsisten mereka belakangan ini.
“Itu bukan hal yang paling penting bagi kami. Kami harus tetap fokus pada performa dan tetap fokus pada apa yang bisa kami lakukan dengan benar. Kami memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri kami sendiri,” kata pelatih Brighton, Fabian Hürzeler, mengenai posisi timnya di klasemen.
Bagi Rosenior, kekalahan di kandang mantan klubnya tersebut terasa sangat menyakitkan. Ia mengaku merasa mati rasa melihat apa yang ditunjukkan oleh para pemainnya di lapangan dan berjanji tidak ingin melihat performa serupa terulang kembali di masa depan.
Kini Chelsea harus segera melakukan evaluasi total sebelum menghadapi laga-laga krusial berikutnya. Rosenior menuntut para pemain untuk melakukan refleksi diri agar klub bisa segera bangkit dari keterpurukan yang tengah melanda mereka di kompetisi domestik.
Ikuti Ihram.co.id
