Ihram.co.id — Madura United menghadapi tantangan berat saat memasuki putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Hingga paruh musim berakhir, Laskar Sape Kerrab masih berkutat di peringkat ke-14 klasemen sementara. Posisi tersebut membuat Madura United berada dalam situasi rawan, mengingat jarak dengan zona degradasi tidak terlalu aman.
Kondisi ini menjadi alarm bagi manajemen dan tim pelatih untuk segera melakukan perbaikan. Putaran kedua dipandang sebagai fase penentuan, apakah Madura United mampu menjauh dari papan bawah atau justru terjebak dalam persaingan menghindari degradasi.
Carlos Parreira Fokuskan Evaluasi Menyeluruh
Pelatih Madura United, Carlos Eduardo Biasi Parreira, memilih memanfaatkan jeda kompetisi dengan melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, waktu persiapan yang tersedia menjadi kesempatan penting untuk membenahi kekurangan tim, baik dari sisi taktik, kebugaran, maupun mental bertanding.
Parreira menilai performa tim belum sepenuhnya stabil sejak dirinya mengambil alih kursi kepelatihan. Ia menegaskan bahwa sejumlah catatan penting sudah dikantongi dan akan segera ditindaklanjuti sebelum laga perdana putaran kedua.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi permainan Madura United, yang selama putaran pertama kerap kehilangan poin di momen-momen krusial.
Inkonsistensi Jadi Masalah Utama
Jika menilik enam laga terakhir putaran pertama, Madura United memang belum menunjukkan performa yang meyakinkan. Mereka hanya mencatat satu kemenangan, yakni saat membantai Semen Padang FC dengan skor mencolok 5-1. Hasil tersebut sempat memberi harapan, namun tidak berlanjut secara konsisten.
Pada laga lain, Madura United harus puas bermain imbang 2-2 melawan Arema FC. Sisanya berakhir dengan kekalahan, termasuk saat menghadapi tim-tim kuat seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Kekalahan telak dari PSIM Yogyakarta pada laga penutup putaran pertama semakin menegaskan perlunya pembenahan serius.
Posisi Klasemen dan Ancaman Degradasi
Hingga pekan ke-17, Madura United mengoleksi 18 poin dari empat kemenangan, lima hasil imbang, dan delapan kekalahan. Produktivitas gol mereka masih terbatas, sementara lini pertahanan kerap rapuh saat menghadapi tekanan lawan.
Dengan jarak yang relatif dekat dari tim-tim zona merah, Madura United tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan di putaran kedua. Setiap pertandingan akan bernilai penting untuk mengamankan posisi di BRI Super League musim depan.
Laga Kontra Persija Jadi Ujian Kebangkitan
Madura United dijadwalkan membuka putaran kedua dengan menghadapi Persija Jakarta pada 23 Januari 2026. Laga ini akan menjadi ujian awal sejauh mana hasil evaluasi dan persiapan Parreira berdampak pada performa tim.
Jika mampu meraih hasil positif, kepercayaan diri pemain diharapkan meningkat. Putaran kedua pun bisa menjadi momentum kebangkitan Madura United untuk perlahan menjauh dari papan bawah dan mengamankan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ikuti Ihram.co.id
