Borneo FC tengah bersiap menghadapi putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim. Kompetisi paruh kedua dijadwalkan dimulai pada 23 Januari 2026, dan manajemen ingin memastikan tim siap menghadapi persaingan yang diprediksi semakin ketat.

Evaluasi ini mencakup kebutuhan pemain, performa skuad, serta strategi teknis yang akan diterapkan oleh pelatih. Manajemen menekankan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang demi kepentingan tim secara keseluruhan.

Evaluasi Tim Menjelang Putaran Kedua

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif bersama tim pelatih. “Setiap keputusan manajemen bersama pelatih tentu didasarkan pada kesepakatan terbaik. Dari sisi pelatih, penilaian dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan kontribusi pemain selama ini,” ujarnya di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (19/1/2026).

Proses ini juga mencakup pertimbangan terkait kemungkinan hengkangnya dua pemain pada paruh musim. Dandri menekankan bahwa keputusan tersebut tetap berada di bawah arahan pelatih, dan manajemen memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang diambil.

Peluang Mendatangkan Pemain Baru

Keputusan untuk menghadirkan pemain pengganti akan bergantung pada hasil evaluasi akhir yang dijadwalkan rampung beberapa hari ke depan. “Kita akan melihat kebutuhan tim setelah evaluasi, apakah perlu tambahan pemain atau tidak,” tambah Dandri.

Saat ini, Borneo FC menempati posisi kedua klasemen sementara, hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Strategi pembangunan tim sejak awal musim mengombinasikan pemain muda, pemain senior, serta rekrutan baru sesuai regulasi BRI Super League.

Target Borneo FC di Paruh Kedua

Dengan persiapan matang, Borneo FC berharap dapat mempertahankan posisi papan atas sekaligus bersaing meraih gelar juara. Evaluasi ini diharapkan memberikan gambaran jelas terkait kekuatan tim dan langkah-langkah strategis yang perlu diambil di putaran kedua.