Ihram.co.id — PSIM Yogyakarta tengah menghadapi situasi unik jelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Gelandang asing mereka, Franco Ramos, menerima kartu merah kontroversial saat mencetak gol perdana untuk tim, membuat momen manisnya berubah menjadi drama di lapangan.
Insiden ini memicu reaksi dari manajemen, pelatih, dan pemain. Meski begitu, PSIM tetap berhasil meraih kemenangan besar 3-0 atas Madura United pada laga tersebut.
Sanksi Kartu Merah dan Upaya PSIM
Manajer PSIM, Razzi Taruna, mengungkapkan bahwa klub sudah melakukan komunikasi maksimal terkait hukuman kartu merah Franco Ramos. Namun, peluang untuk membatalkan sanksi dinilai sangat kecil.
“PSIM pastinya melakukan segala upaya terkait itu. Namun, setelah berbagai komunikasi, kemungkinannya kecil untuk dibatalkan,” ujar Razzi Taruna, Selasa (20/1/2026). Ia menambahkan bahwa kecuali ada tambahan hukuman lain, Franco hanya absen satu laga.
Franco Ramos Merasakan Campur Aduk Emosi
Franco Ramos sendiri mengaku mengalami perasaan campur aduk setelah pertandingan. Gol perdananya di Liga Indonesia lewat tendangan bebas menjadi kebahagiaan tersendiri, namun kartu merah yang diterima membuatnya kecewa.
“Tendangan bebas itu spesial karena membantu tim meraih tiga poin dan gol pertama saya di Indonesia. Saya dedikasikan gol ini untuk ibu saya,” ungkap Franco Ramos. Ia menambahkan bahwa meski ada insiden kartu merah, ia tetap menghormati keputusan wasit.
Absensi Laga Berikutnya
Franco Ramos dipastikan absen saat PSIM menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada pekan ke-18 BRI Super League, Minggu (25/1/2026). Meski tidak bermain, ia bertekad tetap berkontribusi melalui latihan untuk mendukung rekan setimnya.
“Saya akan merindukan bermain di laga berikutnya, tapi akan berusaha memberikan yang terbaik dalam latihan agar tim tetap tampil maksimal,” kata gelandang berusia 28 tahun itu.
Ikuti Ihram.co.id
