Ihram.co.id — Manchester City tengah menghadapi tren kurang meyakinkan saat kembali diperkuat gelandang andalannya, Rodri, setelah sang pemain pulih dari cedera panjang.
Terbaru, pemain asal Spanyol tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat kartu merah ketika City takluk 1-3 dari tuan rumah Bodo/Glimt di ajang Liga Champions.
Dalam laga tersebut, Rodri menerima dua kartu kuning yang berujung pengusiran.
Insiden ini kembali menyoroti performa gelandang berusia 29 tahun tersebut, yang sebelumnya sempat absen panjang akibat cedera ligamen lutut (ACL) pada musim lalu, serta sempat terganggu cedera hamstring di awal musim ini.
Statistik Kontras Manchester City Bersama Rodri
Berdasarkan data Transfermarkt, efektivitas permainan Manchester City terlihat menurun dalam pertandingan yang melibatkan Rodri.
Dari 10 laga Liga Inggris musim ini saat Rodri tampil, City hanya mampu meraih tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Tren serupa juga terlihat di Liga Champions. Dalam tiga pertandingan kompetisi antarklub Eropa yang dimainkan Rodri, pasukan Pep Guardiola hanya mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Catatan tersebut kontras dengan reputasi Rodri sebagai pemain kunci yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai penyeimbang utama permainan City.
Performa City Tanpa Rodri Justru Lebih Stabil
Menariknya, Manchester City justru menunjukkan performa lebih stabil ketika Rodri tidak berada di lapangan.
Di Liga Inggris musim ini, City mencatatkan 10 kemenangan dan hanya dua kekalahan dalam pertandingan yang dijalani tanpa kehadiran sang gelandang.
Penurunan performa Rodri diyakini tidak lepas dari dampak cedera ACL yang membuat kondisinya belum sepenuhnya kembali ke level terbaik.
Guardiola sempat mencoba mengantisipasi situasi ini dengan memberi peran lebih kepada Nico Gonzalez sebagai gelandang bertahan, namun pemain tersebut juga harus menepi akibat cedera otot paha.
Pilar Penting dengan Tantangan Baru
Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2019, Rodri telah menjadi salah satu pilar utama kesuksesan klub.
Ia turut berperan besar dalam raihan berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions, serta menorehkan prestasi individu dengan meraih Ballon d’Or.
Namun, kondisi fisik dan konsistensi performanya kini menjadi perhatian, terutama di tengah padatnya jadwal dan tuntutan permainan intensif di level tertinggi Eropa.
Ikuti Ihram.co.id
