Ihram.co.id — Persaingan untuk mendapatkan tanda tangan pelatih kepala musim 2026/2027 di Liga Primer Inggris mulai memanas, dengan nama Roberto De Zerbi muncul sebagai komoditas paling diminati. Dua klub raksasa Inggris, Manchester United dan Tottenham Hotspur, dilaporkan tengah bersaing ketat untuk mengamankan jasa pelatih asal Italia tersebut.
Manchester United dikabarkan sangat serius memantau De Zerbi sebagai bagian dari upaya membangun fondasi baru yang lebih menyerang di klub. Sementara itu, Tottenham Hotspur juga menunjukkan minat yang sama, mencari sosok visioner yang mampu membangkitkan kembali mentalitas pemenang di klub asal London Utara tersebut. Persaingan kedua tim diprediksi akan berjalan sengit mengingat ambisi besar mereka untuk segera kembali ke jalur juara.
Filosofi Taktik Menarik De Zerbi
Roberto De Zerbi dikenal luas dengan filosofi permainan yang atraktif dan menyerang. Gaya melatihnya dianggap sangat cocok dengan kultur sepak bola Inggris yang dinamis dan cepat. Direktur kedua klub, Manchester United dan Tottenham, kabarnya sangat mengagumi skema ofensif yang diterapkan De Zerbi, meyakini bahwa ia dapat membawa perubahan instan di lapangan.
Pendekatan taktik De Zerbi berpusat pada penguasaan bola yang dinamis dan pergerakan fluid. Ia kerap menerapkan strategi pressing tinggi dan mengundang tekanan lawan untuk menciptakan superioritas numerik di area pertahanan sendiri, yang kemudian digunakan untuk melancarkan serangan balik cepat.
Formasi umum yang digunakannya adalah 4-3-3 dengan penekanan pada peran full-back yang menyerang dan gelandang yang piawai menggiring bola. Konsep ‘pemain ketiga’ atau third man juga menjadi elemen kunci dalam membangun serangan, yang menciptakan opsi umpan tambahan dan memfasilitasi progresi bola ke lini depan.
Meskipun memiliki hubungan baik dengan Pep Guardiola, yang sempat memicu rumor kepindahannya ke Manchester City, laporan terbaru justru mengindikasikan ketertarikan De Zerbi untuk memimpin proyek di Old Trafford. Ia disebut-sebut siap menerima tantangan besar bersama skuad Manchester United.
Situasi Kritis di Tottenham
Berbeda dengan Manchester United, situasi internal Tottenham Hotspur saat ini tengah berada dalam kondisi kritis. Klub yang berbasis di London Utara ini berada tepat di atas zona degradasi, hanya terpaut satu poin dari jurang degradasi. Kondisi ini membuat manajemen Spurs mulai kehilangan kesabaran terhadap jajaran pelatih yang ada.
Igor Tudor, yang baru menjabat sebagai pelatih interim, menghadapi tekanan yang sangat hebat. Sejak kedatangannya, ia gagal memberikan dampak positif yang signifikan. Tudor menelan kekalahan dalam tiga pertandingan awal secara beruntun, sebuah catatan buruk yang membuat posisinya sebagai manajer berada di ujung tanduk.
Kabarnya, Igor Tudor masih diberikan satu kesempatan terakhir untuk membuktikan taktiknya dalam pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid sebelum keputusan akhir diambil.
Jika hasil pertandingan melawan Atletico Madrid kembali mengecewakan, pemecatan Tudor tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Dalam skenario tersebut, De Zerbi secara otomatis menjadi kandidat utama sebagai suksesor di kursi kepelatihan Tottenham.
Namun, laporan dari The Telegraph juga menyebutkan bahwa De Zerbi mungkin kurang antusias untuk mengambil peran interim, terutama jika Tottenham tidak berhasil bertahan di Liga Primer Inggris musim depan.
Perburuan Pelatih di Liga Primer
Musim 2025/2026 telah menyaksikan beberapa perubahan manajerial di Liga Primer. Manchester United sendiri sebelumnya telah memberhentikan Ruben Amorim pada Januari 2026, dengan Michael Carrick mengambil alih sebagai pelatih interim. Sementara itu, Tottenham Hotspur mengganti Thomas Frank pada Februari 2026 dengan Igor Tudor sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
De Zerbi, yang meninggalkan Olympique Marseille pada Februari 2026, memiliki rekam jejak yang mengesankan di Liga Primer bersama Brighton & Hove Albion, di mana ia membawa klub tersebut lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Gaya permainan yang inovatif dan kemampuannya mengembangkan pemain muda membuatnya menjadi incaran banyak klub top.
Meskipun ada laporan yang menyebutkan De Zerbi lebih tertarik pada proyek di Manchester United, Tottenham juga terus berupaya keras untuk meyakinkannya. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menduduki kursi kepelatihan kedua klub raksasa ini diperkirakan akan semakin jelas menjelang akhir musim 2025/2026.
Ikuti Ihram.co.id
