— Manchester United menghadapi kekhawatiran serius mengenai kondisi kebugaran bek tengah andalan mereka, Matthijs de Ligt, yang telah menepi lebih dari tiga bulan akibat cedera punggung.

Sumber internal klub mengungkapkan bahwa pemain berusia 26 tahun itu telah mengalami periode pemulihan yang sangat sulit, bahkan disebut “melalui neraka”, menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan manajemen dan staf kepelatihan mengenai dampak jangka panjang dari cedera tersebut.

De Ligt terakhir kali terlihat membela Manchester United pada akhir November 2025, setelah pertandingan melawan Crystal Palace. Awalnya, cedera yang dialaminya dideskripsikan sebagai masalah kecil oleh manajer saat itu, Ruben Amorim. Namun, perkembangan pemulihan yang lambat dan serangkaian kemunduran membuat pemain asal Belanda itu belum dapat kembali ke skuad utama hingga kini. Situasi ini memaksa Manchester United untuk terus memantau ketat perkembangan kebugaran De Ligt, seiring upaya mereka mengamankan posisi di klasemen Liga Primer.

Perjalanan Pemulihan yang Sulit

Menurut laporan eksklusif dari CentreDevils, Matthijs de Ligt saat ini menjalani program latihan di gym dan rehabilitasi di Carrington, fasilitas latihan klub. Salah satu sumber internal menyatakan bahwa De Ligt telah “melalui neraka” selama beberapa bulan terakhir. Ia dikabarkan sempat mendekati tanggal kembali bermain beberapa kali, namun selalu mengalami kemunduran dan bahkan memperparah cedera punggungnya.

Cedera punggung ini terbukti lebih kompleks dari perkiraan awal. Pada Januari 2026, CentreDevils telah melaporkan bahwa De Ligt masih merasakan sakit setelah melewati tanggal perkiraan kembalinya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran internal karena De Ligt merupakan salah satu pemain kunci dan sempat menjadi kandidat pemain terbaik musim ini sebelum cedera.

Komentar Pelatih dan Dampak pada Skuad

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, mengakui bahwa pemulihan De Ligt berjalan lambat. “Matthijs mengalami masalah punggung yang perkembangannya sedikit lambat,” ujar Carrick dalam konferensi pers pada Februari 2026. “Sifat cederanya membuat sulit untuk menentukan jangka waktu pasti. Dia jelas menunjukkan peningkatan, namun masih sedikit tertinggal.”

Absennya De Ligt memberikan dampak signifikan pada lini pertahanan Manchester United. Dengan Lisandro Martinez yang juga mengalami cedera betis, Carrick terpaksa mengandalkan Harry Maguire dan pemain muda seperti Ayden Heaven dan Leny Yoro di lini belakang. Kehadiran De Ligt yang fit sangat dinantikan untuk memperkuat pertahanan tim dalam sisa musim ini.

Potensi Dampak Jangka Panjang dan Rencana Transfer

Kekhawatiran tidak hanya terbatas pada kapan De Ligt bisa kembali bermain, tetapi juga mengenai potensi dampak jangka panjang pada kariernya. Laporan terbaru pada Maret 2026 bahkan mengindikasikan bahwa ada kemungkinan De Ligt tidak dapat bermain lagi di sisa musim 2025/2026. Situasi ini memaksa klub untuk segera memprioritaskan pembelian bek tengah baru di bursa transfer musim panas mendatang, dengan nama-nama seperti Murillo dari Nottingham Forest disebut-sebut sebagai target potensial.

Pemain berusia 26 tahun itu telah absen dalam lebih dari 15 pertandingan. Dengan hanya tersisa beberapa bulan di kompetisi Liga Primer, setiap kembalinya De Ligt harus dikelola dengan sangat hati-hati untuk menghindari cedera berulang. Ketidakpastian seputar cedera punggung De Ligt ini menjadi pukulan berat bagi rencana pembangunan kembali tim Manchester United jika ia terpaksa absen hingga akhir musim.

Meskipun demikian, De Ligt dilaporkan telah menghindari operasi sejauh ini dan terus melakukan pekerjaan fisik dan rehabilitasi di Carrington. Namun, kekhawatiran internal tetap ada, dan belum ada kepastian kapan ia akan kembali memperkuat Setan Merah.