— Spekulasi mengenai pelatih permanen Manchester United terus memanas. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Julian Nagelsmann, pelatih tim nasional Jerman, menunjukkan minat untuk menangani Setan Merah. Namun, di sisi lain, manajemen klub dikabarkan masih ragu untuk menunjuknya, sebuah sikap yang berpotensi menjadi blunder besar bagi masa depan klub.

Keputusan mengenai siapa yang akan mengisi kursi manajer permanen Manchester United menjadi sorotan utama. Setelah berpisah dengan Ruben Amorim pada Januari lalu, posisi tersebut diisi sementara oleh Michael Carrick. Keputusan ini terbukti memberikan dampak positif, di mana Carrick berhasil mencatatkan lima kemenangan dari tujuh pertandingan awalnya sebagai pelatih interim.

Dalam periode tersebut, MU bahkan mampu mengalahkan tim-tim kuat seperti Arsenal, Manchester City, dan Everton. Kekalahan pertama baru terjadi saat menghadapi Newcastle United pada Kamis (5/3/2026) dini hari WIB. Rangkaian hasil positif ini memperkuat posisi MU dalam perburuan tiket Liga Champions dan seharusnya mempermudah klub dalam menentukan pilihan manajer permanen.

Nagelsmann Tunjukkan Minat, MU Masih Bimbang

Julian Nagelsmann, yang saat ini melatih Timnas Jerman, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi manajer permanen Manchester United. Meskipun baru berusia 38 tahun, reputasinya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di dunia sepak bola sudah tidak diragukan lagi.

Selama kariernya, Nagelsmann telah membawa RB Leipzig menjadi langganan Liga Champions, menjuarai Bundesliga bersama Bayern Munich, serta membawa Jerman mencapai perempat final Euro 2024. Laporan dari TEAMtalk menyebutkan bahwa Nagelsmann siap kembali melatih di level klub dan melihat pekerjaan di Manchester United sebagai peluang ideal.

Melalui perantara, Nagelsmann bahkan telah menyampaikan minatnya untuk menangani Setan Merah mulai musim panas ini, dengan kontraknya bersama Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) akan berakhir setelah Piala Dunia 2026.

Namun, di tengah ketertarikan Nagelsmann, Manchester United dikabarkan tidak menjadikannya pilihan utama. Klub lebih cenderung mencari pelatih yang sudah memiliki pengalaman di Premier League dan memahami tuntutan kompetisi kasta tertinggi Inggris. Pendekatan ini dinilai berpotensi keliru oleh beberapa pengamat sepak bola.

Risiko Mengabaikan Nagelsmann

Mengabaikan Julian Nagelsmann hanya karena belum memiliki pengalaman di Premier League dianggap sebagai keputusan yang kurang bijaksana. Sejarah menunjukkan bahwa pelatih seperti Pep Guardiola dan Jurgen Klopp juga meraih kesuksesan besar di Inggris tanpa pengalaman sebelumnya di liga tersebut. Sebaliknya, pengalaman di liga domestik tidak selalu menjamin kesuksesan, seperti yang terlihat pada kasus Mauricio Pochettino.

Nagelsmann memiliki profil yang sangat cocok untuk membangun proyek jangka panjang di Manchester United. Ia dikenal menerapkan sepak bola menyerang, berani memainkan pemain muda, dan tidak ragu menyingkirkan nama besar jika performanya menurun. Selain itu, ia sudah terbiasa menghadapi tekanan besar setelah menangani dua klub terbesar di Jerman.

Kontrak Nagelsmann dengan DFB sebenarnya diperpanjang hingga Euro 2028 pada Januari 2025, namun laporan menyebutkan bahwa ia terbuka untuk kembali ke level klub jika ada tawaran serius. Hal ini memberikan sedikit celah bagi Manchester United jika mereka benar-benar serius menginginkannya.

Carrick dan Keraguan Klub

Sementara itu, performa Michael Carrick sebagai pelatih interim mendapatkan pujian. Ia berhasil membawa MU meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan, menempatkan tim di posisi ketiga klasemen sementara Premier League.

Meskipun demikian, kekalahan dari Newcastle United baru-baru ini memberikan sedikit catatan negatif. Beberapa pihak menilai pengalaman Carrick yang minim sebagai manajer utama sebelum ini justru mirip dengan profil Nagelsmann, yang juga belum pernah melatih di Inggris.

Manajemen Manchester United, terutama entitas baru INEOS, dikabarkan masih melakukan uji tuntas terhadap berbagai kandidat. Mereka cenderung memprioritaskan pelatih dengan pengalaman Premier League, yang mungkin membuat Nagelsmann tersingkir dari daftar teratas.

Keputusan ini, jika Nagelsmann memang menjadi target yang kuat namun diabaikan karena alasan pengalaman, bisa menjadi blunder yang merugikan Manchester United dalam jangka panjang. Petinggi klub berisiko membuat kesalahan besar dalam menentukan arah masa depan tim jika mengabaikan potensi besar yang dimiliki oleh pelatih asal Jerman tersebut.