— Vokalis band Element, Lucky Widja, meninggal dunia pada usia 49 tahun di Rumah Sakit Halim, Jakarta Timur, pada Minggu (25/1/2026) malam. Kepergian musisi yang dikenal dengan lagu hits “Rahasia Hati” ini meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Indonesia.

Almarhum diketahui berjuang melawan Tuberkulosis Ginjal (TB Ginjal) sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

TB Ginjal merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ ginjal. Kondisi ini tergolong langka karena tuberkulosis umumnya lebih sering menyerang paru-paru.

Lucky Widja sendiri sempat mengungkapkan kondisinya ini pada Februari 2023, menderita TB ginjal sejak tahun 2022 yang menyebabkan penurunan fungsi ginjalnya secara signifikan.

Baca Juga: Kabar Duka: Vokalis Band Element, Lucky Widja, Meninggal Dunia

Apa Itu Tuberkulosis Ginjal?

Mengutip laman Hello Sehat, Tuberkulosis ginjal adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang ginjal. Bakteri yang sama dengan penyebab tuberkulosis paru ini dapat menyebar melalui aliran darah ke organ lain, termasuk ginjal. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstra paru atau TB ekstra paru.

Penyakit ini sering kali sulit dideteksi sejak dini karena gejalanya yang mirip dengan infeksi saluran kemih biasa. Akibatnya, diagnosis sering kali terlambat. Bakteri TB ginjal dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada ginjal, yang jika tidak ditangani dapat berujung pada gagal ginjal.

Penyebab dan Penularan TB Ginjal

Penyebab utama TB ginjal adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan saat seseorang menghirup droplet yang mengandung bakteri tersebut. Dari paru-paru, bakteri dapat menyebar ke organ lain, termasuk ginjal, melalui aliran darah.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena TB ginjal antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena infeksi HIV/AIDS, penyakit kronis lainnya, atau penggunaan obat imunosupresan.
  • Riwayat infeksi TB paru yang tidak tertangani dengan baik.
  • Riwayat Penyakit Diabetes
  • Kelainan pada ginjal atau saluran kemih yang sudah ada sebelumnya.

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu mengendalikan bakteri TB, infeksi yang semula laten dapat menjadi aktif dan menyebar ke organ lain.

Gejala TB Ginjal yang Perlu Diwaspadai

TB ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Namun, ketika infeksi mulai berkembang dan mempengaruhi fungsi ginjal, beberapa gejala dapat muncul, di antaranya:

  • Demam terus-menerus
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Keringat malam
  • Nyeri pinggang atau area perut bagian bawah
  • Sering buang air kecil
  • Sensasi tidak nyaman atau nyeri saat buang air kecil (disuria)
  • Adanya darah dalam urine (hematuria)
  • Urin berwarna keruh atau kemerahan
  • Kelelahan atau badan terasa lemas
  • Penurunan nafsu makan

Karena gejalanya yang mirip dengan infeksi saluran kemih, banyak penderita TB ginjal yang baru menyadari penyakitnya ketika kondisinya sudah cukup parah.

Lucky Widja sendiri merasakan tubuhnya sangat lemas saat bulan Ramadhan tahun 2023, hingga harus merangkak ke tempat tidur. Hasil pemeriksaan menunjukkan ia memiliki penyakit ginjal stadium lima dengan fungsi sisa 18 persen, sebelum akhirnya dokter mendiagnosisnya mengidap tuberkulosis.

Pengobatan dan Penanganan TB Ginjal

Pengobatan utama untuk TB ginjal adalah dengan menggunakan obat antituberkulosis (OAT) lini pertama. Obat-obatan ini bertujuan untuk melawan infeksi dengan membunuh bakteri penyebab TB.

Regimen pengobatan standar umumnya meliputi kombinasi obat seperti isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, dan ethambutol yang harus dikonsumsi secara rutin sesuai dosis yang ditentukan dokter selama jangka waktu tertentu, biasanya beberapa bulan.

Dalam kasus Lucky Widja, ia dilaporkan memerlukan perawatan intensif termasuk penggunaan oksigen dan menjalani cuci darah akibat penurunan fungsi ginjalnya yang parah. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak TB ginjal terhadap kesehatan.

Penanganan TB ginjal memerlukan kedisiplinan pasien dalam menjalankan pengobatan. Komplikasi serius seperti gagal ginjal dapat terjadi jika pengobatan tidak tuntas atau tidak efektif. Oleh karena itu, deteksi dini dan kepatuhan terhadap terapi sangat penting untuk mencegah perburukan kondisi.

Baca Juga: Profil Lucky Widja, Vokalis Element yang Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun

Kepergian Lucky Widja menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit TB, termasuk bentuk ekstra parunya seperti TB ginjal, yang meskipun jarang, dapat memiliki dampak yang fatal jika tidak ditangani dengan tepat.