Ihram.co.id — Brahim Diaz menyampaikan permohonan maaf emosional setelah kegagalan penaltinya berujung pada kekalahan Maroko dari Senegal di final Piala Afrika 2025. Pemain berusia 26 tahun tersebut mengaku bertanggung jawab penuh atas hasil minor yang diraih skuad Singa Atlas.
Kronologi Kegagalan Penalti Brahim Diaz
Maroko dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 dari Senegal pada laga final yang berlangsung dramatis, Senin (19/1) dini hari WIB. Pertandingan sempat diwarnai aksi protes keras pemain Senegal yang meninggalkan lapangan setelah wasit memberikan penalti untuk Maroko melalui tinjauan VAR.
Brahim Diaz maju sebagai eksekutor tendangan 12 pas di momen krusial tersebut. Namun, pemain berdarah Spanyol itu memilih menggunakan teknik panenka yang justru berhasil diantisipasi oleh penjaga gawang lawan. Tak lama berselang, Papa Gueye mencetak gol tunggal yang memastikan gelar juara bagi Senegal.
Pernyataan Emosional Brahim Diaz
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Brahim Diaz mengungkapkan rasa sedih yang mendalam atas kegagalan tersebut. Ia merasa telah mengecewakan publik Maroko yang telah memberikan dukungan luar biasa sepanjang turnamen.
“Jiwaku terluka. Aku bisa memimpikan titel juara ini karena seluruh cinta yang kalian berikan kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa bahwa aku tidak sendirian. Aku berjuang dengan semua hal yang kumiliki, terutama dengan hatiku,” tulis Diaz.
Ia juga menegaskan kesiapannya untuk bangkit meski mengakui luka akibat kekalahan ini tidak akan sembuh dengan mudah. Diaz berjanji akan terus berusaha demi orang-orang yang telah menderita bersamanya.
“Kemarin, aku gagal dan aku bertanggung jawab penuh. Aku minta maaf dari lubuk hatiku yang terdalam. Akan sulit bagiku untuk pulih, karena luka ini tidak akan sembuh dengan mudah… tapi aku akan berusaha,” pungkasnya.
Ikuti Ihram.co.id
