— Manchester United telah memutuskan untuk membatalkan rencana menggelar laga persahabatan di Timur Tengah selama jeda tengah musim. Keputusan ini diambil oleh manajer interim, Michael Carrick, yang memprioritaskan fokus pada performa tim di Liga Primer Inggris.

Pembatalan ini mengakhiri spekulasi mengenai potensi pertandingan ekshibisi yang dapat menghasilkan pendapatan besar bagi klub. Sebelumnya, Manchester United sempat mempertimbangkan opsi ini sebagai upaya untuk menutupi defisit finansial akibat kegagalan lolos ke kompetisi Eropa musim ini. Namun, di bawah arahan Carrick, prioritas kini bergeser sepenuhnya ke peningkatan performa di liga domestik.

Fokus pada Peningkatan Performa di Liga Primer

Michael Carrick, yang mengambil alih sebagai manajer interim setelah pemecatan Ruben Amorim, menekankan pentingnya memanfaatkan jeda 13 hari tanpa pertandingan untuk fokus pada latihan dan pemulihan pemain.

Rencana perjalanan ke Timur Tengah, yang sempat dipertimbangkan sebagai cara untuk menghasilkan jutaan poundsterling, kini telah dikesampingkan atau “diletakkan di atas meja”.

Menurut laporan The Times, Carrick menolak gagasan untuk mengadakan kamp pelatihan di iklim hangat. Ia lebih memilih agar para pemain tetap berada di Manchester dan berlatih di Carrington, fasilitas latihan klub.

Keputusan ini didasari oleh keyakinan Carrick bahwa waktu yang dihabiskan di lapangan latihan akan lebih bermanfaat bagi tim dalam membangun kembali soliditas pertahanan dan meningkatkan performa secara keseluruhan. Sejak mengambil alih,

Carrick telah membawa tim meraih empat kemenangan beruntun di Liga Primer, menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Alasan Finansial dan Jadwal yang Padat

Rencana awal untuk menggelar laga persahabatan di Timur Tengah muncul sebagai respons terhadap kondisi finansial klub yang terpengaruh oleh kegagalan di kompetisi domestik dan Eropa pada musim 2024/2025.

Manchester United menghadapi potensi penurunan pendapatan pertandingan lebih dari £50 juta akibat tersingkirnya mereka dari kompetisi piala domestik dan absennya di kancah Eropa. Mantan manajer Ruben Amorim bahkan sempat menyatakan bahwa klub “harus melakukannya” untuk mengimbangi kerugian tersebut.

Asosiasi Sepak Bola Kuwait sempat mengindikasikan bahwa mereka telah dihubungi mengenai kemungkinan penyelenggaraan pertandingan persahabatan pada 12 Februari. Namun, Presiden Asosiasi Sepak Bola Kuwait, Ahmad Al-Yousef, menyatakan bahwa waktu yang singkat tidak memungkinkan untuk mengatur acara sebesar itu.

Selain itu, dengan sisa tujuh pertandingan liga sebelum perempat final Piala FA, melakukan perjalanan jauh di tengah jadwal yang padat dianggap tidak efisien.