Ihram.co.id — Michael Carrick mengaku tidak memiliki firasat akan ditunjuk kembali sebagai manajer interim Manchester United hingga akhir musim 2025/2026. Mantan gelandang Setan Merah ini bahkan tidak mengetahui rencana pemecatan Ruben Amorim sebelum akhirnya diminta mengisi kursi kepelatihan di Old Trafford.
Carrick mengawali debutnya dengan hasil positif setelah membawa United menang 2-0 atas Manchester City dalam laga Derby Manchester di Liga Inggris, Sabtu (17/1).
Meski sebelumnya hanya memimpin tiga laga pada 2021, kini ia mendapatkan kontrak jangka pendek untuk mengawal tim sepanjang paruh kedua musim ini.
Dari Tribun Penonton Kembali ke Bench
Dalam wawancara bersama BBC, Carrick mengungkapkan bahwa belakangan ini ia lebih sering berada di tribun sebagai pemegang tiket musiman bersama keluarganya. Kedekatannya dengan atmosfer stadion memberinya perspektif tersendiri terhadap performa para pemain di lapangan.
“Saya mengenal para pemain dan memiliki pandangan sendiri. Setiap orang memiliki pendapat dan insting masing-masing. Itu bisa berjalan bagus jika saya yang benar-benar harus bertindak untuk mengatasinya,” ujar Carrick.
Alasan Penunjukan Carrick Dibanding Solskjaer
Setelah Ruben Amorim dipecat dan Darren Fletcher sempat mengisi posisi sementara, manajemen Manchester United mempertimbangkan dua kandidat utama: Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer.
Petinggi klub akhirnya memilih Carrick karena terkesan dengan gaya permainan menyerang yang ia terapkan di Middlesbrough.
Carrick dinilai sukses melakukan transisi taktis saat mengubah skema Chris Wilder menjadi formasi 4-2-3-1.
Di Old Trafford, ia diharapkan mampu melakukan adaptasi serupa dengan meninggalkan sistem 3-4-3 ala Amorim dan kembali ke formasi yang lebih selaras dengan tradisi United.
Target Empat Besar dan Laga Kontra Arsenal
Manajemen klub lebih memilih Carrick dibanding Solskjaer karena faktor usia dan potensi pembuktian diri hingga akhir musim. Mengingat Manchester United sudah dipastikan nirgelar musim ini, target realistis yang dibebankan kepada Carrick adalah menembus posisi empat besar klasemen.
Tantangan besar berikutnya bagi Carrick adalah laga tandang melawan Arsenal pada 25 Januari mendatang. Pertandingan ini akan menjadi ujian konsistensi bagi skuad asuhannya di tengah masa transisi kepelatihan.
“Konsistensi adalah kunci kesuksesan dari segalanya. Jika Anda dapat menemukannya, maka Anda akan meraih kemenangan. Itulah tantangan kami. Kami harus menemukan cara untuk melakukannya,” tutup Carrick.
Ikuti Ihram.co.id
