Michael Carrick menegaskan dirinya tidak merasa terbebani oleh kritik pedas dari sesama mantan pemain Manchester United setelah ditunjuk sebagai manajer interim. Carrick memilih fokus membawa tim bangkit dan bersaing di kompetisi Eropa meski mendapat sorotan tajam dari para komentator sepak bola.

Tantangan Menghadapi Opini Mantan Rekan Setim

Penunjukan Carrick sebagai caretaker hingga akhir musim membawa misi besar untuk menjaga posisi klub di papan atas. Namun, langkahnya langsung dipertanyakan oleh sejumlah mantan rekannya yang kini aktif sebagai pengamat, seperti Gary Neville, Roy Keane, Rio Ferdinand, dan Paul Scholes.

Kritik yang muncul mencakup keraguan atas kriteria pemilihan staf pelatih hingga kapasitas Carrick memimpin skuad. Meski demikian, pria asal Inggris tersebut mengaku sudah memahami dinamika yang terjadi di lingkungan Setan Merah.

“Mereka tidak menjadikan tekanan pada saya lebih besar. Saya tidak merasakan begitu. Saya rasa itu hanya bagian dari peran saya di sini. Saya memahaminya,” ungkap Carrick kepada Sky Sports.

Fokus pada Perbaikan Internal Tim

Bagi Carrick, berbagai opini publik tidak relevan dengan metode kerja yang ia terapkan. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah melakukan evaluasi mendalam dan meningkatkan performa para pemain di setiap pertandingan.

Carrick menyatakan telah memiliki rencana jelas mengenai aspek apa saja yang perlu diperbaiki dalam skuad. Ia memilih untuk menutup telinga dari kebisingan media demi menjaga stabilitas tim di sisa musim ini.

“Saya sudah tahu apa yang ingin kami perbaiki dan bagaimana kami ingin bekerja dengan para pemain. Begitulah dunia ini, saya tidak akan terlalu memperhatikan sebagian besar hal itu,” pungkasnya.