Ihram.co.id — Microsoft berencana menggandeng PT PLN (Persero) untuk menyediakan 200 Megawatt (MW) tenaga surya guna memenuhi kebutuhan listrik pusat data atau data center miliknya di Indonesia. Kesepakatan ini mencakup kontrak berdurasi 10 tahun untuk menyalurkan energi terbarukan ke jaringan listrik nasional.
Kerja Sama Strategis dengan PLN
President Cloud Operations & Innovation Microsoft, Noelle Walsh, menyatakan pihaknya sedang memproses penyelesaian kontrak dengan PLN. Langkah tersebut merupakan perwujudan keseriusan perusahaan terhadap aspek keberlanjutan di berbagai sisi bisnis.
“Saya sangat senang, saya yakin, dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kontrak yang sedang kami kerjakan bersama PLN. Seperti yang telah disebutkan, kami sangat serius dalam hal keberlanjutan, dan ini adalah kontrak berdurasi 10 tahun untuk membawa energi surya ke jaringan listrik di Indonesia,” ujar Noelle saat mengunjungi fasilitas Data Center Microsoft di Karawang, Jawa Barat, Rabu (4/2).
Pasokan sebesar 200 MW tersebut diproyeksikan akan membantu membuat jaringan listrik menjadi lebih ramah lingkungan. Noelle menambahkan bahwa energi tersebut nantinya digunakan untuk menyokong operasional pusat data Microsoft.
Target Bebas Karbon 2025
Microsoft menargetkan operasional perusahaannya 100 persen bebas energi karbon pada akhir tahun 2025. General Manager Azure Infrastructure Microsoft, Alistair Speirs, menjelaskan bahwa perusahaan tengah melakukan audit dan pemeriksaan terhadap seluruh infrastruktur pendukung untuk mencapai target tersebut.
“Kami melakukan semua ini dengan komitmen untuk menggunakan energi nol karbon 100 persen di seluruh armada kami pada akhir 2025. Kami berharap dapat melakukan lebih banyak lagi dalam periode ini, setelah kami menyelesaikan lebih banyak audit dan pemeriksaan terhadap infrastruktur tersebut,” terang Alistair.
Selain sektor energi, Microsoft juga memperhatikan karbon yang tertanam dalam bahan bangunan dan material konstruksi. Alistair menyebut perusahaan terus mengembangkan teknik konstruksi menggunakan kayu serta prototipe beton baru dengan kadar karbon rendah untuk mengurangi jejak karbon fasilitas pusat data.
Komitmen Netral Karbon dan Water Positive
Langkah-langkah inovasi pada infrastruktur tersebut sejalan dengan komitmen Microsoft untuk menjadi netral karbon pada 2030 di seluruh operasinya. Selain itu, perusahaan memiliki misi mencapai status water positive pada tahun yang sama.
Melalui komitmen water positive, Microsoft berupaya mengembalikan lebih banyak air ke ekosistem dibandingkan dengan jumlah air yang digunakan dalam operasional perusahaan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.
Saat ini, fasilitas data center Microsoft di Karawang memiliki total kapasitas sebesar 144 MW ketika beroperasi penuh. Selain fasilitas di Karawang, Microsoft juga tercatat memiliki dua kampus data center lainnya dengan total kapasitas gabungan sebesar 144 MW.
Ikuti Ihram.co.id
