— Jurnalis Oliver Holt menggambarkan perubahan sikap manajer Arsenal, Mikel Arteta, dari pembawaan santai menjadi sangat intens dan fokus menjelang pertandingan krusial melawan Leeds United. Holt menangkap momen ketika Arteta memberikan ‘death stare’ atau tatapan tajam saat ditanyai pertanyaan yang dinilainya provokatif.

Suasana yang tadinya digambarkan Holt sebagai ‘funboat’ atau kapal yang menyenangkan, seketika berubah menjadi tegang. Arteta tampak enggan membalas pertanyaan mengenai tekanan setelah kekalahan dari Manchester United dan ancaman dari rival seperti Manchester City serta Aston Villa. Ia memilih untuk kembali ke intensitas yang membantunya membangun Arsenal.

Sikap Tegas Jelang Laga Penting

Perubahan gaya komunikasi Arteta ini terjadi setelah kekalahan 3-2 Arsenal dari Manchester United di Emirates Stadium. Kekalahan tersebut membuat keunggulan Arsenal di puncak klasemen Liga Primer menyusut menjadi empat poin. Situasi ini memicu spekulasi dari tim rival mengenai mentalitas Arsenal.

Arteta, yang sebelumnya kerap melontarkan pesan positif dan optimisme tentang pencapaian ‘hal luar biasa’ timnya, kini menunjukkan sikap yang lebih pragmatis. Ia menghentikan retorika yang terlalu bersemangat, menggantinya dengan fokus baja menjelang pertandingan tandang melawan Leeds United di Elland Road.

“Punch in the Mouth” dan Evolusi Manajerial

Holt menceritakan pengalamannya saat mengajukan pertanyaan kepada Arteta. Ia menyinggung kutipan ikonik Mike Tyson, ‘setiap orang punya rencana sampai mereka mendapat pukulan di mulut’. Holt menyarankan bahwa ini adalah momen tepat bagi Arsenal untuk membuktikan ketangguhan mereka menghadapi adversitas di Elland Road.

Namun, Arteta tidak merespons pertanyaan itu dengan semangat positif yang diharapkan. “Saya ingin mendekati empat bulan ke depan dengan optimisme dan keyakinan bahwa semuanya akan berjalan baik. Kami mengerti betapa sulitnya itu. Lalu kami harus melakukannya dan saya yakin kami akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukannya dan memenangkan pertandingan besok. Itu saja. Tapi saya tidak mengerti soal pukulan di mulut?” ujar Arteta.

Ia menambahkan, “Di Elland Road kita harus melakukannya. Kita harus melakukannya lagi dan lagi sampai Mei. Kami sangat sadar akan hal itu.”

Selanjutnya, Holt bertanya apakah Arteta telah berevolusi sebagai manajer dan mengadaptasi sikapnya di area teknis untuk mencerminkan ketenangan dan tanggung jawab di depan para pemainnya. Arteta tampak melihat adanya niat buruk dalam pertanyaan tersebut.

“Tentu saja 100 persen,” jawab Arteta. “Saya tahu Anda akan mengarah ke sana. Saya terlalu santai? Evolusi. Selalu evolusi. Itulah yang dibutuhkan para pemain dan yang dibutuhkan klub. Di Elland Road, saya akan melakukan apa yang menurut saya terbaik untuk tim.”

Jawaban itu ditutup dengan tatapan tajam ke arah Holt, menandakan ketidaknyamanannya terhadap pertanyaan yang dianggapnya menyiratkan keraguan.

Hubungan dengan Guardiola dan Optimisme Tim

Arteta juga menepis narasi bahwa timnya sedang mengalami ‘goyah’. “Semua narasi kecuali milikmu?” balasnya tajam.

Di tengah tekanan, Arteta tetap memberikan pujian untuk Declan Rice yang akan mencatat penampilan ke-300 di Liga Primer. Ia juga menyambut kembalinya Kai Havertz dari cedera dan menyatakan optimismenya terhadap perkembangan tim.

Menyinggung hubungannya dengan Pep Guardiola, manajer Manchester City, Arteta mengatakan mereka masih sering berkomunikasi. “Bagi saya, hal yang mengejutkan adalah jika kami tidak berbicara. Saya pikir itu akan menjadi contoh yang sangat buruk bagi olahraga,” katanya.

Ia membandingkan hubungannya dengan Guardiola dengan rivalitas legenda tenis Roger Federer dan Rafael Nadal. “Saya tidak berada di level itu sama sekali. Tapi dua atlet terbaik dalam sejarah, hubungan yang mereka miliki satu sama lain ketika mereka harus memainkan final, satu lawan satu, melawan satu sama lain… jadi bagaimana mungkin saya tidak memiliki hubungan yang hebat dengan seseorang yang saya kagumi, saya bekerja dengannya, dan dia adalah seorang kolega?”

Arteta juga menyebutkan komitmen jangka panjang pemain muda Arsenal, Max Dowman, sebagai salah satu hal positif. Meski ada tantangan, Holt menyimpulkan bahwa Arsenal masih memiliki tim dan skuad yang kuat untuk mengarungi sisa musim.