— Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyuarakan kekecewaannya setelah timnya merasa dirampas kesempatan untuk mendapatkan penalti yang dianggapnya sangat jelas dalam pertandingan melawan Nottingham Forest pada Sabtu. Hasil imbang 0-0 di City Ground tersebut membuat Arsenal gagal memanfaatkan kekalahan Manchester City untuk memperlebar jarak di puncak klasemen Liga Primer Inggris.

Alih-alih unggul sembilan poin, Arsenal kini hanya berjarak tujuh poin dari Manchester City. Dominasi penguasaan bola Arsenal sepanjang laga tak mampu berbuah gol, bahkan peluang emas Gabriel Martinelli dan Declan Rice gagal dikonversi menjadi gol. Keputusan kontroversial terjadi pada menit ke-80 ketika bola mengenai tangan bek Forest, Ola Aina, namun setelah peninjauan VAR, tidak ada penalti yang diberikan.

Arteta mengungkapkan kekesalannya atas hasil tersebut. “Kami datang ke sini untuk memenangkan pertandingan dan kami belum berhasil melakukannya karena berbagai alasan,” ujar Arteta. Ia mengakui kehebatan Forest dalam bertahan dan mengganggu ritme permainan Arsenal.

“Kenyataannya, kami menciptakan empat peluang besar dengan Martinelli di depan gawang kosong, Declan Rice mudah saja, Mikel [Merino], sundulan Bukayo, dan di atas itu jelas ada penalti yang sangat jelas di kotak penalti yang tidak diberikan,” tambahnya.

Ia melanjutkan, “Jadi, tanpa kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran lagi, fakta bahwa kami tidak memenangkan pertandingan dengan itu, mengecewakan dan di atas itu saya pikir kami bisa melakukan hal yang lebih baik, terutama di area tertentu dalam menyerang.”

Menanggapi penjelasan bahwa bola mengenai bahu Aina terlebih dahulu sebelum menyentuh lengan, Arteta memberikan pandangannya. “Mereka benar,” kata Arteta. “Dia mengenai bahu, dan kemudian dia mengambil bola dengan tangan. Jadi, penjelasannya tidak benar, tetapi sisanya oke.

“Urutannya benar, tetapi waktu dan niat permainan sangat jelas. Jika tidak, saya tidak akan duduk di sini, dan menurut pendapat saya, itu adalah penalti yang sangat jelas.”

Meski gagal memperlebar jarak sembilan poin, Arsenal tetap memimpin klasemen. Arteta menyadari setiap pertandingan adalah kesempatan untuk meraih poin maksimal.

“Setiap minggu adalah sebuah kesempatan, tentu saja. Kami ingin memenangkan setiap pertandingan dan jika kami melakukannya, kami akan berada di posisi yang berbeda. Kami membuat satu langkah, lebih kecil dari yang kami inginkan, tetapi itu adalah sebuah langkah,” tutupnya.