Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem kembali menjadi perbincangan publik setelah beredar sebuah video yang diduga memperlihatkan dirinya tengah melangsungkan pernikahan di Malaysia. Video tersebut viral di media sosial sejak Selasa (20/1/2026) dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam video yang beredar luas itu, tampak seorang pria yang disebut-sebut sebagai Mualem duduk berdampingan dengan seorang perempuan di atas pelaminan. Keduanya mengenakan busana pernikahan dan berada dalam suasana acara tertutup yang menyerupai prosesi akad nikah atau resepsi.

Perempuan yang berada di samping Mualem disebut bernama Datin Sri Vie Shantie Khan, pengusaha asal Malaysia. Hingga kini, tidak ada keterangan resmi yang menjelaskan lokasi, waktu, maupun legalitas acara yang terekam dalam video tersebut.

Sosok Datin Sri Vie Shantie Khan dan Jejak Investasi di Aceh

Nama Datin Sri Vie Shantie Khan bukan sosok asing di Aceh. Ia dikenal sebagai chief executive officer (CEO) Blackstone Malaysia, perusahaan yang bergerak di sektor energi dan kemaritiman. Namanya sempat menjadi perhatian publik Aceh dalam beberapa waktu terakhir seiring kabar rencana investasi berskala besar di wilayah Sabang.

Datin Sri Vie dikaitkan dengan rencana pembangunan Hub Bunkering dan Shipyard Internasional di Kota Sabang, proyek strategis yang digadang-gadang bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat atau setara triliunan rupiah. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait realisasi investasi tersebut dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh.

Beredarnya video pernikahan tersebut membuat hubungan antara Mualem dan Datin Sri Vie kembali menjadi sorotan. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi baik dari Pemerintah Aceh, pihak keluarga Mualem, maupun Datin Sri Vie Shantie Khan terkait kebenaran kabar pernikahan tersebut.

Baca Juga: Video Diduga Pernikahan Gubernur Aceh di Malaysia Viral, Sosok Pengantin Wanita Jadi Sorotan

Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi

Hingga saat ini, Pemerintah Aceh belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video yang viral tersebut. Sejumlah kalangan menilai klarifikasi diperlukan untuk mencegah simpang siur informasi, mengingat Mualem merupakan pejabat publik dengan posisi strategis di daerah.

Pengamat komunikasi publik menilai isu ini berkembang karena minimnya informasi resmi, sementara potongan video yang beredar tidak disertai penjelasan waktu dan konteks acara. Tanpa konfirmasi, informasi yang beredar di ruang publik masih sebatas dugaan dan interpretasi warganet.

Sosok Marlina Usman, Istri Pertama Mualem

Di tengah ramainya isu dugaan pernikahan kembali, perhatian publik turut tertuju pada sosok istri pertama Mualem, Marlina Usman. Ia dikenal luas di Aceh sebagai figur perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Pada Februari 2025, Marlina Usman resmi dikukuhkan sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Aceh sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Aceh untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan digelar di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta Pusat, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum TP PKK dan Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian.

Di kalangan masyarakat, Marlina akrab disapa Kak Ana atau Kak Na. Julukan tersebut mencerminkan kedekatannya dengan warga, terutama kaum ibu dan anak-anak di berbagai daerah di Aceh.

Kiprah Sosial Marlina Usman di Tengah Masyarakat

Sejak masa konflik hingga Aceh memasuki fase pembangunan yang lebih stabil, Marlina Usman dikenal aktif turun langsung ke lapangan. Ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembinaan perempuan, pendampingan anak, hingga penguatan ketahanan keluarga di tingkat gampong.

Sebagai Ketua TP PKK Aceh dan Bunda PAUD Aceh, Marlina menekankan pentingnya pendidikan usia dini, kesehatan mental keluarga, serta peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan manusia. Ia juga terlibat dalam pendampingan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika dan mendorong perempuan Aceh untuk lebih percaya pada kemampuan diri sendiri.

Peran Marlina semakin terlihat saat Aceh dilanda sejumlah bencana alam, termasuk banjir besar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bireuen, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Ia tercatat turun langsung ke lokasi terdampak, bahkan menyeberangi sungai menggunakan perahu nelayan demi memastikan bantuan menjangkau wilayah terisolasi.

Di posko pengungsian, Marlina duduk bersama para pengungsi, menyapa anak-anak, serta memastikan kebutuhan dasar perempuan, lansia, dan anak-anak terpenuhi. Kehadirannya dinilai memberikan dukungan psikologis bagi korban bencana, di luar bantuan logistik yang disalurkan.

Publik Menunggu Kejelasan

Isu dugaan pernikahan kembali yang menyeret nama Mualem hingga kini masih menunggu kejelasan. Tanpa pernyataan resmi, kabar yang beredar tetap berada di wilayah spekulasi.

Namun, ramainya perbincangan ini kembali mengingatkan publik pada sosok Marlina Usman yang selama ini dikenal konsisten berkiprah bagi masyarakat Aceh. Terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut, perjalanan kepemimpinan Mualem tidak dapat dilepaskan dari peran istri pertamanya yang telah lama membangun fondasi sosial dan kemanusiaan di Aceh.