Ihram.co.id — Persis Solo kembali berada dalam situasi genting pada kompetisi BRI Super League 2025/2026. Laskar Sambernyawa harus berjibaku sejak dini untuk menjauh dari jeratan degradasi yang kembali mengancam perjalanan mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Situasi ini terasa seperti deja vu bagi Persis. Pasalnya, hingga berakhirnya pekan ke-18, skuad asuhan Milomir Seslija masih tertahan di papan bawah klasemen dengan koleksi poin yang identik seperti musim sebelumnya. Putaran kedua pun menjadi penentu utama apakah Persis mampu bertahan atau kembali mengulang drama di ujung kompetisi.
Ancaman Degradasi yang Kembali Membayangi
Performa Persis Solo pada musim 2025/2026 menunjukkan pola yang mirip dengan musim lalu. Pada edisi 2024/2025, mereka menutup putaran pertama di posisi ke-16 dengan raihan 10 poin dari 17 pertandingan.
Musim ini, kondisi tersebut terulang. Setelah melakoni 18 laga, Persis masih terdampar di dasar klasemen dengan koleksi 10 poin. Artinya, perjuangan berat kembali menanti pada putaran kedua jika mereka ingin bertahan di BRI Super League.
Hitung-Hitungan Poin untuk Bertahan
Jika menilik sejarah Liga 1 sejak 2017, jumlah poin aman untuk lolos dari degradasi terbilang fluktuatif. Perseru Serui, misalnya, membutuhkan 37 poin pada musim 2017 untuk bertahan. PS Tira selamat dengan 32 poin pada 2018, sementara pada musim 2019 ambang batas naik hingga 42 poin.
Barito Putera mengoleksi 36 poin pada Liga 1 2021/2022. Musim 2023/2024, Arema FC selamat dengan 38 poin, sedangkan pada musim lalu Madura United bertahan berkat raihan 36 poin. Dari hitungan tersebut, Persis Solo setidaknya harus menargetkan minimal 36 poin untuk mengamankan tempat di kasta tertinggi.
Performa Kandang Jadi Pekerjaan Rumah
Salah satu aspek krusial yang harus segera dibenahi Persis adalah catatan pertandingan kandang. Hingga pekan ke-18, mereka belum sekali pun meraih kemenangan di Stadion Manahan.
Dari delapan laga kandang, Persis hanya mencatat dua hasil imbang dan enam kekalahan. Ironisnya, performa tandang justru lebih baik dengan dua kemenangan dan dua hasil seri dari 10 laga. Padahal, pada putaran kedua, Persis akan menjalani 10 pertandingan kandang dari total 17 laga yang tersisa.
Jadwal Padat dan Ujian Berat di Awal Putaran Kedua
Persis sudah menghadapi dua laga kandang berat pada awal putaran kedua. Mereka takluk 0-1 dari Borneo FC pada pekan ke-18 dan selanjutnya harus menjamu Persib Bandung, yang kini berada di papan atas klasemen.
Dua laga tersebut menjadi ujian awal yang sulit, namun setelahnya jadwal Persis dinilai lebih bersahabat dan wajib dimaksimalkan untuk mendulang poin.
Momentum Kebangkitan Penentu Nasib
Kesempatan Persis untuk bangkit terbuka pada rangkaian laga krusial berikutnya. Mereka akan menghadapi Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri di Stadion Manahan, sebelum bertandang ke markas Persijap Jepara.
Keempat laga ini sangat menentukan karena melibatkan tim-tim yang juga berjuang menjauh dari zona degradasi. Jika Persis mampu meraih hasil maksimal, momentum kebangkitan bisa tercipta dan membuka jalan untuk keluar dari papan bawah.
Putaran kedua akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Persis Solo. Konsistensi, mental bertanding, dan efektivitas di kandang menjadi kunci apakah Laskar Sambernyawa mampu bertahan atau kembali terjerumus dalam drama degradasi hingga akhir musim.
Ikuti Ihram.co.id
