— Roony Bardghji menghadapi ketidakpastian karier di Barcelona. Minimnya menit bermain sang winger musim ini tak lepas dari dominasi mutlak Lamine Yamal di posisi sayap kanan, yang hampir selalu tampil penuh di setiap pertandingan.

Sebagai sayap kanan alami, Bardghji kian terpinggirkan. Eksperimen Hansi Flick memainkannya di sektor kiri kurang maksimal. Gaya mainnya yang mengandalkan kontrol bola dinilai tak cocok dengan skema cepat Barca, tak seperti Raphinha yang lebih adaptif.

Minimnya Jam Terbang Bardghji

Statistik Bardghji musim ini sangat memprihatinkan. Hingga Februari 2026, ia baru mencatat 529 menit dari 35 laga. Ia absen penuh di 16 pertandingan, dan dari 19 penampilannya, 10 di antaranya berlangsung kurang dari 15 menit.

Menit bermain minim ini jadi masalah serius bagi perkembangannya di usia 20 tahun. Meski kontraknya berlaku hingga 2029, Barcelona dikabarkan mulai menawarkan namanya di bursa transfer, memaksanya membuat keputusan penting akhir musim nanti.

Opsi Karier Bardghji

Ada dua opsi utama bagi Bardghji. Pertama, bertahan di Camp Nou dan memperluas fleksibilitas taktisnya untuk bersaing di posisi lain. Kedua, hengkang mencari klub baru demi mendapatkan jaminan tempat sebagai starter reguler.

Keputusan masa depan sang pemain akan jadi fokus manajemen pada Juni mendatang. Meski direkrut murah seharga €2,5 juta, nilai pasar winger Swedia ini kini melonjak jadi €13,6 hingga €16,6 juta. Potensinya masih sangat dihargai di pasar transfer.

Dominasi Lamine Yamal dan Strategi Flick

Lamine Yamal kini tak tergantikan di sisi kanan Blaugrana. Terikat kontrak hingga 2031, peraih Kopa Trophy 2024 dan 2025 ini tampil sangat impresif. Gajinya pun dilaporkan mencapai total paket €40 juta per tahun.

Taktik Hansi Flick yang vertikal dan mengandalkan transisi cepat dengan pressing tinggi kian menyulitkan Bardghji. Skema 4-2-3-1 atau 4-3-3 milik Flick sangat menuntut kecepatan sayap, peran yang kini mutlak dikuasai Yamal.

Meski piawai sebagai playmaker atau pemain nomor 10 berkaki kidal, Bardghji tetap kesulitan. Ia belum mampu membuktikan fleksibilitas taktis sesuai standar Flick maupun menggeser posisi Lamine Yamal di skuad utama.

Prospek Masa Depan

Situasi ini menjadi dilema bagi Barcelona. Menjaga talenta muda itu penting, namun minimnya jam terbang justru menghambat perkembangannya. Keputusan bertahan, dipinjamkan, atau dijual akan bergantung pada evaluasi internal di akhir musim.

Di sisi lain, Barcelona terus memburu pilar baru. Flick dikabarkan mengincar Alessandro Bastoni, Julian Alvarez, hingga Bernardo Silva untuk musim panas 2026. Di tengah ambisi besar klub, kelanjutan nasib Bardghji bakal jadi dinamika menarik.