— Nottingham Forest Football Club secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala Sean Dyche pada Kamis, 12 Februari 2026. Keputusan ini diambil hanya berselang empat bulan setelah penunjukannya, menyusul serangkaian hasil yang dinilai mengecewakan oleh manajemen klub.

Pemecatan Dyche terjadi tak lama setelah timnya hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol melawan Wolverhampton Wanderers dalam pertandingan yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertandingan tersebut menjadi saksi bisu kekecewaan pemilik klub, Evangelos Marinakis, yang hadir langsung di City Ground.

Marinakis dilaporkan mengadakan pertemuan darurat dengan para pemain kunci segera setelah pertandingan usai, yang kemudian berujung pada pemecatan Dyche. Beberapa sumber juga mengindikasikan adanya kekhawatiran dari para pemain terkait gaya manajemen dan metode kepelatihan Dyche dalam beberapa minggu terakhir.

Periode Singkat Sean Dyche di City Ground

Sean Dyche bergabung dengan Nottingham Forest pada 21 Oktober 2025, menggantikan Ange Postecoglou yang hanya menjabat selama 39 hari. Penunjukan Dyche saat itu diharapkan membawa stabilitas dan pengalaman yang dibutuhkan klub di Liga Ianggris.

Ia menandatangani kontrak yang seharusnya berlaku hingga Juni 2027, dengan gaji pokok dilaporkan sekitar £4 juta per tahun, ditambah bonus untuk pencapaian kompetisi Eropa. Namun, masa baktinya di City Ground terbukti sangat singkat, hanya berlangsung selama 144 hari atau kurang dari empat bulan.

Selama masa kepelatihannya, Dyche memimpin Nottingham Forest dalam 25 pertandingan, dengan catatan 10 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Meski sempat meraih beberapa hasil positif melawan tim-tim besar seperti Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Porto, performa inkonsisten menjadi ciri khas masa kepelatihannya.

Kekalahan 3-1 dari Leeds United pada awal Februari 2026 menjadi salah satu titik krusial yang semakin menekan posisinya. Hasil imbang tanpa gol melawan Wolves pada pertandingan terakhirnya semakin memperburuk situasi, membuat Forest hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.

Klub Berusaha Hindari Degradasi

Keputusan pemecatan Sean Dyche menjadikan Nottingham Forest sebagai tim Liga Ianggris pertama sejak Blackburn pada musim 2012/13 yang mengganti manajer sebanyak tiga kali dalam satu musim. Ketidakstabilan di kursi kepelatihan ini mencerminkan musim yang penuh gejolak bagi klub. Dengan 12 pertandingan tersisa di musim ini, prioritas utama Forest adalah mencari pengganti yang tepat untuk memastikan kelangsungan mereka di Liga Ianggris.

Pernyataan resmi dari klub menyatakan, “Nottingham Forest Football Club mengkonfirmasi bahwa Sean Dyche telah dibebaskan dari tugasnya sebagai pelatih kepala. Kami berterima kasih kepada Sean dan staf pelatih atas upaya mereka selama berada di klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka. Klub tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini.”

Sejarah Manajerial Nottingham Forest

Nottingham Forest memiliki sejarah panjang dengan pergantian manajer, terutama pasca era legendaris Brian Clough yang membawa klub meraih kejayaan, termasuk dua gelar Piala Eropa berturut-turut pada 1979 dan 1980.

Sejak kepergian Clough pada tahun 1993, klub telah mengalami beberapa kali pergantian nakhoda, dengan berbagai upaya untuk mengembalikan kejayaan masa lalu. Nama-nama seperti Frank Clark, Stuart Pearce, dan Billy Davies pernah mencoba menavigasi klub melalui berbagai tantangan, namun seringkali berhadapan dengan ketidakpastian performa.

Dalam beberapa musim terakhir, klub ini memang dikenal sering melakukan pergantian manajer. Nuno Espirito Santo dan Ange Postecoglou adalah dua manajer sebelumnya yang juga diberhentikan sebelum Dyche. Kini, Nottingham Forest kembali dihadapkan pada tugas berat untuk mencari manajer keempat mereka di musim 2025/2026, dengan harapan besar agar dapat segera keluar dari ancaman degradasi dan membangun kembali stabilitas tim.