Ihram.co.id — Bek sayap Manchester United, Noussair Mazraoui, mengungkapkan peran krusial Jonathan Woodgate dan Jonny Evans di balik peningkatan performa tim belakangan ini. Pemain berusia 28 tahun tersebut menyoroti dampak positif yang dibawa oleh jajaran staf kepelatihan baru di lapangan latihan.
Mazraoui tercatat telah bermain di bawah tiga manajer berbeda dalam kurun waktu kurang dari 16 bulan di Old Trafford. Didatangkan oleh Erik ten Hag pada Agustus 2024, ia sempat menjadi pemain serbaguna di bawah arahan Ruben Amorim dengan mengisi posisi bek kanan, bek kiri, bek tengah, hingga gelandang.
Setelah membela negaranya di ajang AFCON, Mazraoui kembali ke skuad United pada akhir Januari menjelang laga melawan Arsenal. Saat kembali, ia mendapati struktur staf kepelatihan yang berbeda di bawah kepemimpinan Michael Carrick.
Instruksi Jelas Jonathan Woodgate
Mazraoui memberikan pujian atas metode kerja yang diterapkan oleh Jonathan Woodgate. Menurutnya, Woodgate membawa energi positif dan arahan yang mudah dipahami oleh seluruh anggota skuad di lapangan.
“Dia [Woodgate] sangat positif. Dia sangat, sangat jelas dalam memberikan arahan,” ujar Mazraoui dalam wawancara dengan United Review.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran staf pelatih saat ini memiliki keselarasan visi. Berdasarkan keterangan Mazraoui, para pelatih mengetahui secara spesifik target yang ingin dicapai dan mengomunikasikannya secara efektif kepada pemain.
“Seluruh staf sejalan. Mereka tahu apa yang mereka inginkan, dan mereka memberi tahu kami apa yang mereka inginkan. Sangat jelas dan sangat positif, dengan cara yang benar-benar Anda pahami,” lanjutnya.
Transisi Peran Jonny Evans
Selain Woodgate, Mazraoui juga menyoroti kehadiran Jonny Evans dalam jajaran staf. Perubahan ini dianggap unik karena Evans sebelumnya merupakan rekan setim aktif Mazraoui saat ia pertama kali bergabung dengan Manchester United.
Meskipun terdapat perubahan peran dari rekan setim menjadi bagian dari staf kepelatihan, Mazraoui mengaku tidak mengalami kendala adaptasi. Ia menyebut hubungan profesional di antara keduanya tetap terjaga dengan baik.
“Ya, itu lucu tentang perubahan yang terjadi. Terutama ketika saya tiba, saya mengenalnya sebagai rekan satu tim saya, dan saya memiliki hubungan yang cukup baik dengan Jonny,” ungkap Mazraoui.
Mazraoui menegaskan bahwa ia telah menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Evans sejak lama karena faktor senioritas. Hal tersebut membuat transisi kerja di lapangan latihan berjalan secara natural tanpa mengubah dinamika hubungan mereka.
“Saya banyak berbicara dengannya sebagai rekan satu tim, tetapi saya sudah menganggapnya [lebih senior], karena usianya, rasa hormatnya sangat, sangat tinggi. Jadi, pada dasarnya tidak ada yang benar-benar berubah,” pungkasnya.
Ikuti Ihram.co.id
