Nubia Indonesia mencatatkan kenaikan kinerja bisnis hingga 158 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan periode tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan pasar, strategi distribusi agresif, serta performa penjualan Nubia Neo 3 Series yang tumbuh signifikan.
PR & Brand Manager Nubia Indonesia, Maya Arneldi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut memperkuat posisi Nubia di pasar smartphone tanah air. Ia memaparkan data tersebut dalam acara media gathering yang digelar di Jakarta pada Kamis (29/1/2026).
Lonjakan Penjualan Nubia Neo 3 Series

Kontributor terbesar bagi pertumbuhan Nubia di pasar lokal berasal dari lini Nubia Neo 3 Series. Produk tersebut mengalami kenaikan penjualan mencapai 312 persen jika dibandingkan dengan capaian generasi sebelumnya.
“Respons pasar terhadap Neo 3 Series sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin mencari smartphone gaming dengan harga kompetitif,” ujar Maya Arneldi.
Capaian tersebut juga diikuti dengan pengakuan dari industri, termasuk perolehan penghargaan dari MURI. Di sektor e-commerce, Nubia mencatatkan posisi sebagai Top 2 GMP Contributor pada kampanye Ramadan serta Top 3 Quantity Contributor dalam ajang Double Eleven di TikTok Shop by Tokopedia.
Fondasi Teknologi dan Inovasi ZTE Corporation

Kesuksesan Nubia di Indonesia didukung oleh kekuatan global ZTE Corporation yang saat ini beroperasi di lebih dari 160 negara. ZTE mengklaim telah menjangkau lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia dan mempertahankan posisi nomor satu global selama lima tahun berturut-turut untuk kategori 5G MWA dan Mobile Broadband.
Maya menjelaskan bahwa inovasi merupakan inti dari pertumbuhan perusahaan. ZTE saat ini memiliki lebih dari 33.000 karyawan, dengan hampir setengahnya atau sekitar 50 persen di antaranya bekerja di bidang riset dan pengembangan (R&D).
ZTE mengalokasikan dana sebesar 17,81 miliar RMB atau setara 18 persen dari total pendapatan untuk keperluan riset tersebut. Hingga saat ini, perusahaan telah mengantongi lebih dari 93.000 paten global, yang mencakup 5.500 paten teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Fondasi teknologi tersebut menjadi tulang punggung Nubia dalam menghadirkan smartphone yang kompetitif, terutama di segmen gaming yang terus berkembang pesat di Indonesia,” tutur Maya.
Ekspansi Distribusi dan Keterlibatan Komunitas
Untuk memperluas jangkauan pasar, Nubia telah mengaktifkan lebih dari 100 site activation dan memiliki lebih dari 2.800 toko aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Perusahaan juga telah meresmikan Experience Zone pertama mereka di WTC Surabaya.
Selain infrastruktur fisik, Nubia membangun pilar komunitas melalui lebih dari 300 Nubia Fans yang aktif dalam berbagai kegiatan luar jaringan (offline). Berdasarkan data perusahaan, Nubia juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis sepanjang tahun, di antaranya:
- Menjadi sponsor dalam gelaran 53rd Artistic Gymnastics World Championship di Jakarta.
- Berkolaborasi dengan Springfire World Series.
- Menyelenggarakan rangkaian acara Nubia Neo Nation di 13 kota.
- Menjalin kerja sama pendidikan dengan Telkom University dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
- Menjadi jenama smartphone pertama yang meluncur di platform Roblox melalui Nubia Land.
Pihak manajemen menegaskan akan terus memperkuat ekosistem gaming di Indonesia melalui inovasi produk dan kolaborasi digital yang agresif. Tahun 2025 dinilai menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk ekspansi lebih jauh di masa mendatang.
Informasi mengenai data pertumbuhan dan rincian pencapaian perusahaan tersebut disampaikan langsung oleh manajemen Nubia Indonesia dalam acara media gathering resmi di Jakarta.
Ikuti Ihram.co.id
