Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan kesiapan layanan dasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) guna menyambut perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Layanan tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, serta fasilitas peribadatan yang menjadi kebutuhan utama para pegawai dan keluarga yang akan bermukim di IKN.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, menyatakan bahwa penyediaan layanan dasar merupakan kewajiban pemerintah sekaligus hak konstitusional bagi setiap warga negara. Kepastian fasilitas ini diharapkan memberikan rasa aman bagi ASN dalam menjalankan tugas di lokasi baru.
“Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN,” ujar Troy dalam keterangan tertulisnya. Seperti dikutip dari Detik.
Fasilitas Kesehatan Melampaui Standar Nasional
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia empat rumah sakit di wilayah IKN, dengan tiga di antaranya sudah beroperasi secara penuh. Rumah sakit yang telah memberikan layanan tersebut adalah Rumah Sakit Hermina Nusantara, Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dan RSUP Kemenkes Nusantara.
Dari sisi kapasitas, Suwito menyebut ketersediaan tempat tidur di IKN saat ini telah mencapai rasio dua hingga tiga tempat tidur per 1.000 penduduk. Angka tersebut melampaui standar nasional minimal yang ditetapkan sebesar satu tempat tidur per 1.000 penduduk.
Selain infrastruktur medis, OIKN menerapkan langkah preventif melalui pengendalian lingkungan dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan dua kali setahun. Berdasarkan data hasil CKG, ditemukan bahwa lebih dari 30 persen pegawai berusia di bawah 30 tahun mengalami hiperglikemia yang disertai peningkatan kolesterol dan tekanan darah.
“Ini menjadi perhatian serius agar ASN menerapkan pola hidup sehat,” kata Suwito.
Ekosistem Pendidikan dan Sekolah Internasional
Pada sektor pendidikan, OIKN telah menyiapkan operasional sekolah terpadu di KIPP mulai dari jenjang PAUD hingga SMA yang dijadwalkan beroperasi pada tahun ajaran baru. Selain sekolah negeri, sejumlah institusi pendidikan swasta dan internasional juga bersiap memulai operasionalnya.
Daftar institusi pendidikan yang akan segera hadir di IKN meliputi:
- Sekolah Taruna Nusantara
- Sekolah Garuda
- Sekolah Terpadu Kementerian Agama
- Nusantara Intercultural School (NIS)
- Australian Independent School (AIS) Nusantara
- Sekolah Islam Al-Azhar Summarecon Nusantara
- Sekolah Bina Bangsa Nusantara
OIKN juga melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah yang sudah ada (eksisting) di wilayah KIPP. Langkah ini diambil untuk memastikan standarisasi kualitas pendidikan dalam mendukung ekosistem perpindahan ibu kota.
Jaminan Sosial dan Sarana Ibadah
Terkait jaminan sosial, layanan BPJS Kesehatan saat ini sudah dapat diakses melalui Rumah Sakit Hermina Nusantara dan Rumah Sakit Mayapada Nusantara. Sementara itu, untuk perlindungan risiko kerja, layanan BPJS Ketenagakerjaan bagi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja telah tersedia di wilayah KIPP IKN.
Dalam pemenuhan hak beribadah, OIKN tengah menyiapkan operasional Masjid Negara IKN yang direncanakan mulai berfungsi pada Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ibadah yang dilengkapi dengan fasilitas bazar Ramadan.
Selain Masjid Negara, OIKN telah mengoordinasikan pelayanan ibadah di 12 masjid dan 37 musala yang tersebar di wilayah KIPP. “Masjid Negara IKN kami siapkan sebagai pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan,” pungkas Suwito.
Ikuti Ihram.co.id
