— Kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026) malam. Api yang mulai berkobar sekitar pukul 22.00 WIB itu terus menyala hingga Rabu (28/1/2026) pagi akibat banyaknya material karet yang mudah terbakar di dalam pabrik.

Hingga pukul 04.20 WIB, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar dan menjalar ke hampir seluruh bagian bangunan pabrik.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Melanda Pabrik Swallow Medan, Api Membesar Akibat Bahan Karet

Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, mengatakan objek yang terbakar merupakan pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa.

“Objek yang terbakar adalah PT Garuda Mas Perkasa atau Pabrik Sandal Swallow. Persentase bangunan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 90 persen,” kata Ahmad, Rabu (28/1/2026).

Api Sulit Dipadamkan karena Material Karet

Menurut Ahmad, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena di dalam pabrik tersimpan banyak bahan baku sandal berbahan karet yang sangat mudah terbakar dan menghasilkan panas tinggi. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan meski petugas telah mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran.

“Api berkobar lebih dari enam jam. Material karet di dalam pabrik membuat api sulit dipadamkan,” ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra dengan menyemprotkan air secara bertahap untuk menurunkan suhu dan mencegah api kembali menyala. Hingga Rabu pagi, proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada titik api tersisa.

Warga Sekitar Sempat Panik

Kebakaran pabrik yang berlokasi tidak jauh dari permukiman warga sempat memicu kepanikan. Sejumlah warga terlihat mengevakuasi barang-barang berharga mereka karena khawatir api merambat ke rumah penduduk.

Widiya (25), warga yang tinggal di rumah kos dekat lokasi kejadian, mengaku melihat kobaran api sangat besar sejak awal kebakaran.

“Kebakarannya sekitar jam 10 malam. Api membakar pabrik sandal, seperti Swallow kalau tidak salah,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga menyaksikan peristiwa tersebut dari lantai dua rumah kos tempatnya tinggal.

“Enggak ada suara ledakan besar, cuma banyak letupan-letupan kecil. Sampai pagi apinya masih besar dan warga masih panik,” katanya.

Tidak Ada Korban Jiwa

BPBD Kota Medan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Seluruh karyawan pabrik maupun warga sekitar berhasil menyelamatkan diri.

“Korban jiwa nihil. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” kata Ahmad.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan pabrik. Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis taksiran kerugian materiil akibat insiden tersebut.

Pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi kebakaran untuk kepentingan penyelidikan. Aparat akan melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kebakaran di pabrik sandal tersebut.

Sementara itu, aktivitas di sekitar lokasi masih dibatasi hingga proses pendinginan benar-benar selesai dan kondisi dinyatakan aman oleh petugas.