— Legenda Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt, memberikan respons keras terhadap pernyataan Lisandro Martinez pasca-Derby Manchester. Keduanya meminta bek asal Argentina tersebut untuk bersikap lebih dewasa dalam menghadapi kritik media selama berkarier di Old Trafford.

Awal Mula Perselisihan di Derby Manchester

Perselisihan ini bermula dari komentar Scholes dan Butt dalam siniar The Good, The Bad & The Football sebelum laga MU kontra Manchester City. Mereka meragukan kemampuan Martinez menjaga Erling Haaland karena faktor postur tubuh yang dinilai terlalu kecil.

Namun, Martinez tampil solid bersama Harry Maguire dan membantu Setan Merah meraih kemenangan 2-0 atas rival sekotanya tersebut. Usai laga, Martinez menyindir balik kedua legenda itu dengan menyebut mereka hanya berani berbicara di televisi tanpa pernah menyampaikannya secara langsung.

“Sejujurnya, dia bisa bicara semaunya. Saya sudah bilang ke dia, kalau mau mengatakan sesuatu ke saya, dia bisa datang ke tempat manapun yang dia suka, rumah saya, di manapun,” ujar Martinez menanggapi komentar Scholes.

Tanggapan Keras Nicky Butt dan Paul Scholes

Nicky Butt menilai reaksi Martinez yang menantang kritikus untuk bertemu langsung adalah tindakan yang tidak profesional. Menurutnya, pemain di klub sebesar Manchester United harus memiliki mentalitas kuat dalam menghadapi tekanan publik.

“Saya rasa ketika seseorang begitu kecewa dengan apa yang dikatakan di podcast, lalu berkata ‘datang ke rumah saya’, dewasalah, bung!” tegas Butt. Ia menambahkan bahwa emosi berlebih terhadap kritik menunjukkan ketidaksiapan bermain di level tertinggi.

Paul Scholes mengamini pernyataan rekannya tersebut. Scholes membandingkan situasi ini dengan pengalamannya bersama angkatan ‘Class of 92’ yang justru menjadikan kritik sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan.

“Itu membakar semangatmu. Saya rasa kami harus memberikan kredit atas performa Martinez hari Sabtu, dia bermain brilian. Namun, ketika kamu mulai koar-koar, hal itu bisa berbalik menyerangmu sendiri,” kata Scholes.

Scholes juga menegaskan bahwa satu performa apik belum mengubah pandangannya secara keseluruhan. Ia menuntut konsistensi dari Martinez jika ingin membawa Manchester United bersaing memperebutkan gelar juara liga.