— Barcelona menelan kekalahan kedua secara beruntun setelah takluk 1-2 dari Girona di Estadi Montilivi dalam lanjutan La Liga. Sempat unggul lebih dulu melalui gol Pau Cubarsi pada awal babak kedua, Blaugrana harus menyerah akibat gol penentu kemenangan Fran Beltran di pengujung laga.

Babak pertama berakhir tanpa gol meskipun Barcelona memiliki sejumlah peluang emas, termasuk eksekusi penalti Lamine Yamal yang gagal membuahkan hasil. Setelah gol pembuka Cubarsi, Girona berhasil menyamakan kedudukan dalam waktu singkat dan terus memberikan tekanan hingga gol Beltran tercipta.

Kontroversi Keputusan Wasit dan VAR

Gol penentu kemenangan Girona memicu perdebatan karena dugaan pelanggaran dalam proses serangannya. Claudio Echeverri terlihat menginjak kaki Jules Kounde saat membangun serangan, namun wasit tidak meniup peluit dan VAR tidak melakukan intervensi atas kejadian tersebut.

Pau Cubarsi memberikan tanggapan terkait keputusan wasit tanpa menjadikannya alasan kekalahan tim. “Semua orang sudah melihatnya, saya tidak akan berkomentar. Orang-orang melihat apa yang terjadi,” ujar Cubarsi sebagaimana dikutip dari SPORT.

Pemain bertahan muda ini menekankan bahwa fokus utama tim adalah evaluasi internal. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa dari dalam, tapi kami tidak boleh menyalahkan wasit; kami juga harus memperbaiki diri kami sendiri,” tambahnya.

Evaluasi Performa Barcelona

Cubarsi mengakui performa Barcelona tidak berada pada level yang seharusnya dalam laga derbi Catalan tersebut. Ia menyebut timnya kekurangan banyak aspek dan perlu melakukan kritik diri serta mengisi kembali tenaga untuk pekan-pekan mendatang.

Secara khusus, Cubarsi menyoroti rapuhnya pertahanan setelah timnya unggul. “Setelah gol saya, kami kebobolan sangat cepat. Itu adalah sesuatu yang perlu kami perbaiki karena Anda membiarkan mereka kembali ke permainan terlalu cepat,” jelasnya.

Analisis Pertahanan Gerard Martin

Bek Barcelona lainnya, Gerard Martin, secara eksplisit menyatakan adanya pelanggaran sebelum gol kedua Girona tercipta. “Saya pikir itu pelanggaran karena dia menginjaknya, tetapi itu adalah keputusan yang tidak bisa kami kendalikan dan kami harus tampil lebih baik, karena kami tidak bermain bagus hari ini,” kata Martin.

Martin mengakui timnya mengalami kesulitan di lini belakang dan menghadapi kendala dalam membangun serangan setelah jeda antarpabak. Menurutnya, gaya permainan berisiko yang diterapkan Barcelona menuntut banyak perbaikan yang tidak bisa ditawar.

Pada sisi penyerangan, Martin mencatat perbedaan efektivitas antara kedua babak. “Di babak pertama, kami mampu menemukan keuntungan lebih baik di sisi luar dan sampai ke sana dengan lebih baik; di babak kedua, mereka menyesuaikan keadaan, dan lebih sulit bagi kami untuk sampai ke sana,” ungkapnya.